thumbnail

Yuk, Jaga Tali Silaturahmi!

29 Mei 2022

Perlukah Mengadaptasi Cara Silahturahmi Saat Pandemi? Halaman all -  Kompasiana.com

Foto: thr.kompasiana.com

Tidak ada tindakan yang diajarkan dalam Islam, kecuali memliki banyak manfaat dan keutamaan di dunia maupun di akhirat. Termasuk hubungan antara sesama kerabat atau silaturahmi juga telah diatur didalam agama Islam. Silaturahmi merupakan salah satu perbuatan baik yang paling nampak dan paling penting, karena kebaikannya ditujukan langsung kepada kerabat kita sendiri dan bukan orang lain. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan dalam hadist berikut.

الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ

“Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah, sedangkan terhadap keluarga sendiri mendapatkan dua pahala: sedekah dan silaturahmi” (HR Tirmidzi no. 658, Nasa’i no. 2582, dan Ibnu Majah 1844)


Keutamaan Menjaga Silaturahmi 

Keutamaan Silaturrahim ( Bagian 1) - Ustadz Dr Firanda Andirja, MA -  Seindah Sunnah

Foto: seindahsunnah.com

Menjaga silaturahmi didalam Islam dianggap sebagai salah satu aktivitas yang penting untuk dijalankan karena memiliki banyak keutamaan baik di dunia maupun di akhirat. Adapun keutamaan menjaga silaturahmi antara lain:

  • Memotivasi diri kita untuk lebih mencintai, menyayangi, dan mendahulukan kerabat dekat
  • Memperkuat hubungan kekeluargaan antar kerabat

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِي الْأَهْلِ مَثْرَاةٌ فِي الْمَالِ مَنْسَأَةٌ فِي الْأَثَرِ

“Belajarlah dari nasab kalian yang dapat membantu untuk silaturahmi karena silaturahmi itu dapat membawa kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta, serta dapat memperpanjang umur” (HR. Ahmad no. 8855 dan Tirmidzi no. 1979).

  • Meluaskan rezeki dan memanjangkan umur

Bahaya yang Dijelaskan dalam Hadits Memutuskan Silaturahmi

Foto: wajibbaca.com

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung silaturahminya (dengan kerabat)” (HR. Bukhari no. 5985 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 7571)

  • Allah Ta’ala akan menyambung silaturahmi dengan mereka yang menyambung silaturahmi kepada kerabatnya

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن الله تعالى خلق الخلق حتى إذا فرغ منهم قامت الرحم فقالت: هذا مقام العائذ بك من القطعية. قال: نعم. أما ترضين أن أصل من وصلك، وأقطع من قطعك؟ قالت: بلى، قال: فذلك لك.

“Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk. Dan jika telah usai darinya, rahim berdiri lalu berkata, ‘Ini adalah tempat berlindung dari pemutusan silaturahmi.’ Maka Allah berfirman, ‘Ya, bukankah kamu merasa senang aku akan menyambung hubungan dengan orang yang menyambungmu, dan akan memutus orang yang memutuskan denganmu?’ Dia menjawab, ‘Ya.’ Allah Ta’ala berfirman, ‘Demikian itu hakmu’” (HR. Muslim no. 2554)

  • Silaturahmi juga dapat membawa kita masuk kedalam surga

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أنَّ رَجُلًا قالَ للنبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: أخْبِرْنِي بعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الجَنَّةَ، قالَ: ما له ما له. وقالَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: أرَبٌ ما له، تَعْبُدُ اللَّهَ ولَا تُشْرِكُ به شيئًا، وتُقِيمُ الصَّلَاةَ، وتُؤْتي الزَّكَاةَ، وتَصِلُ الرَّحِمَ.

“Seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke surga.” Orang-orang pun berkata, “Ada apa dengan orang ini, ada apa dengan orang ini.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Biarkanlah urusan orang ini.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan sabdanya, “Kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya, menegakkan salat, dan membayar zakat, serta menjalin tali silaturahmi” (HR. Bukhari no. 1396)

Bahaya Memutus Tali Persaudaraan | Republika Online

Foto: republika.co.id

Silaturahmi merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah serta merupakan usaha untuk mendapatkan keridaan Allah Ta’ala, karena Allah-lah yang memerintahkan kita untuk melakukannya.

Silaturahmi akan menambah pahala dan kebaikan bagi pelakunya setelah ia meninggal dunia. Mengapa? Karena kerabat dan orang-orang kesayangannya akan selalu mendoakannya setiap kali disebutkan nama orang tersebut dan bagaimana kebaikan serta silaturahmi yang telah ia lakukan sebelum kematiannya.


Kerugian Meninggalkan dan Memutus Tali Silaturahmi 

Ini Ciri Orang Yang Memutuskan Tali Persaudaraan - Islampos

Foto: islampos.com

Kita hidup didunia bukanlah dicipatakan sebagai makhluk individual melainkan makhluk sosial, sehingga penting dalam hubungannya sesama manusia kita harus menjaga tali silaturahmi. Apabila kita tidak menjaga tali silaturahmi maka kita akan mendapatkan kerugian. Adapun beberapa kerugian yang kita dapatkan apabila kita meninggalkan dan memutus tali silaturahmi antara lain:

  • Allah Ta’ala akan menyegerakan hukuman bagi orang yang memutus tali silaturahmi

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

“Tidak ada satu dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukuman bagi pelakunya di dunia bersamaan dengan hukuman yang Allah siapkan baginya di akhirat daripada baghyu (kezaliman dan berbuat buruk kepada orang lain) dan memutuskan tali kerabat.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, no. 29; Tirmidzi no. 2511; Abu Dawud no. 4902)

  • Amalan-amalan yang dilakukan oleh orang yang memutus tali silaturahmi akan ditolak oleh Allah Ta’ala

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :

إن أعمال بني آدم تعرض كل خميس ليلة الجمعة فلا يقبل عمل قاطع رحم

Sesungguhnya amal ibadah manusia diperlihatkan setiap hari Kamis malam Jumat. Maka tidak diterima amal ibadah orang yang memutuskan hubungan silaturahmi.’” (HR. Bukhari di dalam Adabul Mufrad no. 61 dan Ahmad di dalam Musnad-nya no. 10277)

  • Memutus tali silaturahmi menjauhkan pelakunya dari keberkahan rezeki dan panjangnya umur
  • Memutus tali silaturahmi merupakan sebab pelakunya terlarang dari masuk surga

Jangan Pernah Putus Silaturahmi.

Foto: pdamtirtabenteng.co.id

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ. قال سفيان: قَاطِعَ رَحِمٍ

Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi” (HR. Bukhari no. 5984 dan Muslim no. 2556)

Hadis ini dimaksudkan untuk mereka yang menghalalkan memutus silaturahmi tanpa sebab dan tanpa ada faktor dan ia mengetahui akan keharamannya (keharaman memutus silaturahmi tanpa sebab). Maka orang tersebut dihukumi kafir dan akan kekal di neraka.

Nah, sudah tahukan keutamaan menjaga dan kerugian memutus tali silaturahmi. Yuk mari saling menjaga tali silaruhmi sesame kerabat dan sesame muslim dalam kebaikan agar kehidupan kita di dunia dan di akhirat selalu mendapatkan keberkahan dari Allah Ta’ala.

Referensi: keutamaan menyambung dan bahaya memutus silaturahmi


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :