thumbnail

Yuk Ikuti Cara Rasulullah Membagi Waktu!

30 Agustus 2022

Dalam kehidupan ini, waktu menjadi salah satu faktor penting yang tidak bisa disepelekan. Bahkan di dalam Alquran, Allah Ta’ala juga bersumpah atas nama waktu, yaitu pada Surah Ad-Dhuha dan Surah Al-Ashr. Banyak dari kita yang terjebak dalam perputaran waktu. Ada yang tidak bisa memaksimalkan waktu, tidak seimbang antara kerja dan ibadah, bahkan merasa waktu tidak cukup untuk dia gunakan dalam sehari. Bagaimana sih cara kita memaksimalkan waktu sebaik mungkin?  Berikut cara Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam membagi waktu yang dapat kita ikuti.

1.       Shalat Fardhu Menjadi Pola Hidup Disiplin

Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan shalat fardhu 5 waktu dalam sehari. Waktu-waktu shalat fardhu dapat menjadi acuan dan patokan dalam kita membagi waktu. Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam menjadikan shalat fardu sebagai cara membentuk pola kedisiplinan dan membentuk watak dan ritme hidup. Pemilahan waktu dalam sehari bagi umat Islam sangatlah jelas, dan melalui manajemen waktu shalat fardu ini dapat menjadikan kita disiplin dan tepat waktu sehingga segala aktivitas kita terprogram dengan baik.

2.       Terapkan Pola Berpikir Investasi

Maksud dari pola pikir investasi adalah berpikir jangka panjang. Dalam memabagi waktu, kita dapat membagi waktu untuk membuat kegiatan jangka panjang dalam hidup. Karena jika mengelola waktu dengan instan akan membuat kita malas dalam berproses. Persiapkan segala hal untuk masa depan kita sehingga natinya kita dapat memetik hasil terbaik dikemudian hari. Seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, dalam melakukan kebaikan bukan artinya kita bisa langsung memanen kebaikan tersebut keesokan harinya, tetapi kita harus yakin bahwa Allah Ta’ala adalah zat yang maha adil. Sehingga kita harus yakin bahwa setiap kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan. Pola berpikir investasi yang diajarkan Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam sangat perlu diterapkan agar menjadikan kita orang yang ikhlas dan berakhlak baik.


1. Jangan Biarkan Waktu Terbuang Percuma

Islam sangat menekankan umatnya untuk tidak membuang waktu dengan percuma, agar setiap orang selalu produktif setiap harinya, baik dalam beribadah maupun bekerja. Seseorang yang produktif dalam kesehariannya tentu akan menerima banyak manfaat dalam kehidupannya. Allah Ta’ala berfirman didalam Alquran :

 فَاِذَا فَرَغۡتَ فَانۡصَبۡۙ

Artinya :

“Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan, maka kerjakanlah dengan sungguh sungguh urusan yang lain” (QS. Al-Insyirah : 7)

Terlihat sangat sederhana, namun jika kita renungkan ayat tersebut terlihat jelas bahwa Allah Ta’ala tidak menginginkan umat-Nya menjalani waktu tanpa produktivitas. Karena hakikatnyna waktu bagi seorang muslim adalah sebuah ritme perputaran waktu yang tidak akan pernah putus. Untuk itu, selalu lakukan aktivitas yang sekiranya membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain, dan jangan lupa usahakan pergunakan waktu sebaik mungkin.


2. Manfaatkan Peluang Yang Ada

JANGAN MENUNGGU KESEMPATAN DATANG KARENA KESEMPATAN KITA SENDIRI YANG  MENCIPTAKAN - BKPP Kabupaten Demak

Photo : BPKPP Demak

Kita harus memanfaatkan peluang yang ada untuk mengambil kesempatan yang diberikan oleh Allah Ta’ala dengan sebaik mungkin. Seperti halnya selagi masih muda gunakan waktu untuk belajar dan beribadah, menghafal Al-Quran atau hal-hal kegiatan yang menjadi peluang pahalanya banyak. Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda dalam hadistnya :

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Artinya :

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW, pernah menasehati seseorang, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, 1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, 2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, 3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, 4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, 5. Hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al Hakim)


3. Jangan Menunda-Nunda Pekerjaan

Jangan suka menunda-nunda sesuatu kebaikan atau pekerjaan-pekerjaan yang mendatangkan manfaat apalagi sampai menuda-nunda ibadah. Karena yang pertama Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam sangat benci kelakuan kebiasaan menunda-nunda dan menjadikan kebiasan buruk bagi diri kita. Dalam hadistnya Rasullullah Shallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda : “Menunda-nunda melaksanakan kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kezaliman” (HR. Bukhari).


4. Bekerja Cepat Bukan Tergesa-Gesa

Dalam bekerja atau beribadah hendaknya dilakukan dengan cepat namun bukan tergesa-gesa. Ketahuilah bahwa cepat itu bukan berarti terburu-buru atau tergesa-gesa. Namun tetap teliti dan melakukan dengan segera bukan berarti lambat. Kegesitan Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam bukan artinya kita juga harus melakukan segala sesuatu dengan tergesa-gesa, sebab ketergesaan biasanya tak lepas dari kecerobohan. Dalam hadistnya Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

“Karena sifat tergesa-gesa itu halnya berasal dari setan.” (HR Anas bin Malik).


5. Jangan Lupa Evaluasi

Evaluasi berarti meneliti dan melihat kembali apa yang sudah kita lakukan sebelumnya, serta mencermati segala kekurangan dan kelemahan yang adaddalam diri kita sendiri. Tanpa melakukan evaluasi, kita tidak akan pernah menyadari kelemahan dan kekurangan pada diri kita, dan akibatnya kita akan terus melangkah dengan kesalahan yang sama. Oleh karena itu, Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, selalu menerapkan evaluasi dalam manajemen waktunya, karena secepat apa pun kita, sebenci apa pun kita pada sikap menunda, sampai seproduktif apa pun kita terhadap melakukan sesuatu, tetap saja kita wajib mengevaluasi diri kita dan segala hal yang pernah kita lakukan sebelumnya.

Sumber : Manajemen Waktu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :