thumbnail

Siapa Saja Yang Berhak Mendapatkan Daging Kurban?

28 Juni 2022

Siapa Saja Yang Berhak Mendapatkan Daging Kurban? - Kurban adalah suatu amalan ibadah yang sunnah muakkad yang harus dilakukan pada hari raya idul adha sampai hari tasyriq. Dalam pemaparan ini, penulis akan menyampaikan kepada siapa daging hewan kurban tersebut dibagikan.

Untuk membahas masalah ini, Sahabat Muslim harus mulai dengan memilah jenis niat kurban itu sendiri, yang terbagi menjadi dua, yaitu kurban sunnah dan Kurban nadzar yang wajib. Lalu Siapa Saja Yang Berhak Mendapatkan Daging Kurban? Berikut ulasannya.

 

Kurban Sunnah

Apa Itu Kurban Sunnah?

Kurban sunnah adalah orang yang berkurban pada hari raya Idul Adha dan Tasyriq tanpa ada niat nadzar. Barang siapa yang diperbolehkan memakan daging kurban ini telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam surat Al-Hajj ayat 28 yang artinya: "Makanlah daging kurban dan berikanlah sebagian pada orang fakir". (QS. Al-Hajj:28)

Siapa Saja Yang Berhak Menerima Daging Hewan Qurban Sunnah Ini?

Maka bagi orang yang berkurban, sunnah memakan sebagian daging hewan kurban, dan membagikannya kepada fakir miskin dengan kriteria prioritas yang sama seperti pada bab zakat, di mana prioritas utama adalah yang paling miskin dan paling dekat dengan Sahabat Muslim. Dalam hadits lain dijelaskan pula berapa banyak daging yang Sahabat Muslim makan dan bagikan:

Dari Aisyah r.a, bahwa Rasulullah saw bersabda, "simpanlah sepertiga daging (kurban) itu, dan sedekahkanlah yang lainya," (H.R. Abu Daud)

Dari hadits di atas Sahabat Muslim dapat memahami bahwa yang paling baik (afdlal) adalah mengambil maksimal sepertiga dari daging hewan kurban untuk diri sendiri, sepertiga untuk tetangga dan sepertiga untuk orang lain yang meminta.

Lalu bagaimana dengan orang yang berkurban sunnah di hari raya Idul Adha dan mengambil semua dagingnya tanpa membagikannya kepada fakir miskin? Merujuk pada hadits di atas, maka hal itu tidak diperbolehkan. Orang tersebut wajib memberikan santunan sekurang-kurangnya dengan membagikan sepertiga dari berat hewan kurban, dan membagikannya kepada fakir miskin.

Bagaimana pula jika pekurban justru ingin menyedekahkan seluruh daging kurban kepada fakir miskin? Maka yang demikian ini tidak mengapa, karena ini berarti daging yang menjadi hak shohibul qurban diberikan kepada orang lain.

Dalilnya, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَمَرَهُ أَنْ يَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ ، وَأَنْ يَقْسِمَ بُدْنَهُ كُلَّهَا ، لُحُومَهَا وَجُلُودَهَا وَجِلاَلَهَا ] فِى الْمَسَاكِينِ[  ، وَلاَ يُعْطِىَ فِى جِزَارَتِهَا شَيْئًا

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan dia untuk mengurusi unta-unta hadyu. Beliau memerintah untuk membagi semua daging qurbannya, kulit dan jilalnya (kulit yang ditaruh pada punggung unta untuk melindungi dari dingin) untuk orang-orang miskin. Dan beliau tidak diperbolehkan memberikan bagian apapun dari qurban itu kepada tukang jagal (sebagai upah).

Dari hadits di atas, bahkan Nabi SAW menyedekahkan seluruh daging kurban kepada fakir miskin.

 

Kurban Nadzar

Apa Itu Kurban Nadzar?

Kurban nazar adalah kurban dari seseorang yang telah bersumpah untuk melakukan kurban. Misalnya, seseorang yang sakit bersumpah bahwa jika sembuh, ia akan berkorban. Maka bila orang itu sembuh, ia wajib melaksanakan nazarnya.

Siapa Saja Yang Berhak Mendapat Daging Hewan Qurban Nadzar Ini?

Untuk kurban wajib atau nadzar ini, orang yang berKurban dan keluarganya yang wajib dinafkahinya tidak boleh memakannya. Alasannya karena ketika nazar telah dilaksanakan secara sah menurut syara', maka hewan tersebut telah dipisahkan dari kepemilikan orang yang berkurban, dan harus diberikan kepada fakir miskin.

Informasi mengenai hal ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zarkasih seorang pakar fiqih dari Rumah Fiqih Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa pekurban pada kurban nadzar tidak diperkenankan memakan daging kurbannya, seluruh daging kurban wajib disedekahkan kepada fakir miskin. Pendapat ini juga dapat dilihat dalam Kitab Kifayatul Akhyar karya Imam Taqiyudin Abubakar bin Muhammad Al-Husaini Ad Dimasyqi Asy Syafi'i.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa daging hewan kurban boleh dimakan oleh pihak yang mengurbankannya hanya jika kurban tersebut merupakan kurban yang sunnah. Sehingga kurban wajib tidak diperbolehkan. Daging Kurban wajib hanya dimakan oleh orang miskin, tidak boleh dimakan oleh pihak yang berKurban, orang yang wajib menghidupinya, dan juga orang kaya tidak boleh memakannya.

Memang, tidak semua ulama mengatakan tidak. Ada juga yang membolehkan, seperti pendapat Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Qaffal, dan Imam Haramain. Namun, sebaiknya Sahabat Muslim ikuti saja pendapat mayoritas ulama yang tidak memperbolehkannya, dengan tetap memperhatikan prinsip "kehati-hatian" dalam mengambil perumusan hukum.

 

Kesimpulan

Jadi secara singkat, daging kurban sunnah pada Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik boleh dimakan pekurban dengan ketentuan pembagian sebagai berikut:

  1. Shohibul qurban dengan takaran maksimal 1/3 bagian
  2. Diberikan kepada fakir miskin 1/3 bagian
  3. Diberikan kepada kerabat atau tetangga 1/3 bagian untuk menjalin silaturahim

Atau boleh pula, seluruh daging kurban disedekahkan kepada fakir miskin.

Adapun untuk kurban nadzar, maka keseluruhan daging kurban wajib diberikan kepada fakir miskin. Tanpa ada sedikitpun hak atas pekurban mengambilnya.

Demikian ulasan tentang Siapa Saja Yang Berhak Mendapatkan Daging Kurban? Semoga bermanfaat.

Yuk berlangganan konten-konten islami gratis dari Muslimlife.id! Cukup register gratis dan dapatkan konten-konten bermanfaat yang up to date setiap harinya serta bonus kode voucher gratis yang bisa sahabat muslim gunakan untuk mengakses layanan berbayar Muslimlife.id.


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :