thumbnail

Sejarah Singkat Tentang Perayaan Idul Adha

05 Juli 2022

Sejarah Singkat Tentang Perayaan Idul Adha - Setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakan Idul Adha. Kata Idul Adha berasal dari sebuah kata 'id dan 'adha. 'Id berakar dari kata 'aada ya'uudu' yang memiliki arti dasar menengok' atau 'menjenguk' atau 'kembali'.

Disebut demikian karena hari raya selalu berulang setiap tahunnya. Di Indonesia, arti Id sering disamakan dengan 'ayyada' yang berarti 'berhari raya'. Sedangkan kata Adha berarti 'qurban'. Nah, berikut ini kami akan menjelaskan Sejarah Singkat Tentang Perayaan Idul Adha.

Latar Belakang Sejarah Singkat Tentang Perayaan Idul Adha Di Indonesia & Dunia

Dengan demikian, Idul Adha berarti kembali menyembelih hewan kurban atau sering disebut dengan Hari Raya Kurban. Di Indonesia, Idul Adha juga dikenal sebagai 'Lebaran Haji'. Sebab, pada saat yang sama, umat Islam dari seluruh dunia juga menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kata kurban berasal dari bahasa Arab 'qurban' dari akar kata qaraba, yaqrabu, yang berarti pendekatan. Mengutip buku berjudul "Rahasia & Keutamaan Hari Jumat" karya Komarudin Ibn Mikam, disebutkan bahwa berqurban berarti melakukan sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Idul Adha atau Hari Raya Kurban ditandai dengan penyembelihan hewan kurban di seluruh dunia sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Daging qurban tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat umum.

Sebagaimana telah dinyatakan oleh Al-Hasan bin Ali, "Rasulullah SAW memerintahkan kami dalam Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) agar memakai pakaian terbagus yang kami punya, memakai minyak wangi terbaik yang kami punya, dan berqurban pada hari raya Idul Adha dengan binatang qurban termahal dari apa yang kami miliki." (HR. Al-Hakim)

Kisah Nabi Ibrahim & Ismail: Sejarah Hari Raya Idul Adha Secara Singkat

Perintah qurban sendiri terkait dengan kisah keikhlasan dan totalitas dalam berkurban dalam mengarungi kehidupan Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih seorang putranya Ismail. Saat itu Ibrahim sudah berusia lanjut dan Ismail masih remaja. Dikatakan bahwa Nabi Ibrahim bermimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail. Mimpi adalah bagian dari wahyu Allah.

Saat terbangun, Ibrahim merasakan kesedihan yang mendalam. Sebab, setelah sekian lama berpisah dengan bayinya, ia harus mengorbankan putranya. Allah ingin menguji sejauh mana ketaatan Nabi Ibrahim. Sebagai seorang hamba yang beriman dan bertakwa kepada Allah, ia harus menjalankan perintah Allah. Ibrahim kemudian mendatangi Nabi Ismail dan meminta pendapatnya.

Ternyata, jawaban dari Nabi Ismail sangat luar biasa. Nabi Ismail malah meminta ayahnya untuk melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Ismail berkata demikian, "Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku Insya Allah sebagai seorang yang paling sabar dan patuh kepada perintah Allah." (QS. Ash-Shaffat:102)

Nabi Ibrahim kemudian menangis ketika mendengar kisah putranya. Ibrahim pun dengan ikhlas dan ikhlas melakukan apa yang diperintahkan Allah. Namun ketika hendak dilaksanakan, Allah mengizinkannya untuk menggantinya dengan domba. Dengan demikian, Ibrahim dan Ismail telah berhasil melewati ujian iman. Domba yang merupakan pengganti Nabi Ismail untuk disembelih, menjadi cikal bakal pelaksanaan ibadah qurban pada Idul Adha.

Kisah di atas juga sangat cocok menjadi cerita pendek tentang hari raya idul adha untuk anak SD. Sebagai bekal kisah keteladanan para nabi tentang ketaatan kepada Allah SWT.

Hukum Berkurban

Hukum melaksanakan qurban sendiri adalah wajib bagi orang yang mampu atau memiliki keluasan rezeki untuk berkurban. Sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Kautsar ayat 1-2, "Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah hanya sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah." Hari Raya Qurban ini diperintahkan selama 4 hari, yakni sejak maghrib pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai pada hari raya 'Id (10 Dzulhijjah), disambung 3 hari tasyrik.

Demikian ulasan tentang Sejarah Singkat Tentang Perayaan Idul Adha semoga bermanfaat.


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :