thumbnail

Mengulik Sejarah Ibadah Haji

01 Juli 2022

Arab Saudi Izinkan 1 Juta Orang Ikut Ibadah Haji Tahun Ini, Simak  Persyaratannya

Foto: nasional.kontan.co.id

Haji merupakan ibadah yang dianggap sebagian orang sebagai ibadah yang ekslusif, karena pelaksanannya yang harus dilakukan di kota Mekkah Al Mukarramah. Ibadah haji juga merupakan salah satu dari rukun islam. Pelaksanaan ibadah haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan oleh muslim yang mampu lahir dan bathin. Oleh karena itu, apabila seorang muslim telah memenuhi ketentuan melaksanakan ibadah haji maka ia wajib segera melaksanakannya. Kewajiban melaksanakan ibadah haji telah Allah Ta’ala jelaskan didalam Al-Quran sebagai berikut:

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

“Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS. Ali-Imran : 97).


Sejarah Haji

Sa'i, Antara Shafa dan Marwah - Madaninews.id

Foto: madaninews.id

Ibadah haji pertama kali dilaksanakan oleh Nabi Adam Alaihi Salam. Namun pelaksanaan haji oleh Nabi Adam Alaihi Salam masih sangat sederhana, beliau melaksanakan haji dibawah bimbingan malaikat dengan cara thawaf sebanyak tujuh putaran, kemudian dilanjutkan dengan sholat dua rakaat di depan pintu kabah dan diakhiri dengan berdoa di pintu multazam. Kemudian haji juga dilaksanakan oleh nabi-nabi setelah Nabi Adam, seperti Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shaleh dan Nabi Syuaib di Baitullah.

Allah Ta’ala juga memerintahkan kepada malaikat yang ada di bumi dan makhluk lainnya untuk berthawaf di Baitullah sebagaimana penghuni langit yang thawaf di Baitul Makmur. Demikianlan Allah Ta’ala menciptakan Baitul Makmur sebagai tempat beribadah para penghuni langit, dan Ka’bah di bumi sebagai tempat bertobat dan beribadah para penghuni bumi. Allah Ta’ala berfirman dalam Alquran tentang Baitullah sebagai berikut:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat ibadah manusia ialah Baitullah di Bakkah (Mekkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi manusia” (QS Ali Imran: 96).

Tata Cara Thawaf, Lengkap dengan Dzikir dan Artinya - Bincang Muslimah

Foto: bincangmuslimah.com

Ibadah haji kemudian menjadi mahsyur berkat rentetan sejarah dari Nabi Ibrahim Alaihi Salam dan Nabi Ismail Alaihi Salam. Ibadah haji yang dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim Alaihi Salam dimulai dengan thawaf mengililingi Ka’bah, lalui pada setiap putaran mereka mengusap rukn (sudut Ka’bah). Setelah berthawaf  mereka melaksanakan shalat dibalik maqam Ibrahim dan kemudian melakukan sa’i atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Berdasarkan petunjuk yang disampaikan oleh malaikat Jibril, mereka berangkat ke Mina untuk melempar jumrah dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Arafah. Setelah dari Arafah, prosesi ibadah haji berlanjut dengan penyembelihan hewan kurban dan bercukur. Prosesi-prosesi ini mamperlihatkan adanya perkembangan yang signifikan dibanding dengan pelaksanaan haji pada masa Nabi Adam. Akan tetapi, tidak ada informasi yang jelas mengenai waktu pelaksanaan haji, baik pada masa Nabi Adam maupun masa nabi Ibrahim. Menurut Quraish Shihab, di tempat itulah Allah memerintahkan kepada Ibrahim untuk menyeru manusia melaksanakan ibadah haji. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran:

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki atau dengan mengendarai onta yang kurus. Mereka akan datang dari segenap penjuru yang jauh” (QS. al-Hajj: 27)”

Sumber : sejarah haji


Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Walillahil Hamd...

Selalu ada kerinduan untuk datang dan kembalI menuju Baitullah. Untuk sedikit mengobat kerinduan kita kepada Baitullah, yuk simak tausiyah tentang jalan mudah menuju baitullahSemoga giliran kita segera tiba, Aamiin.


#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :