thumbnail

Mengulik Kisah Dibalik Ibadah Qurban

09 Juni 2022

Sejarah Singkat Qurban Berawal dari Kisah Nabi Ismail, Simak Ceritanya!

Foto: neodriven.com

Sejarah Ibadah Qurban dan Kisah Nabi Ibrahim Bersama Nabi Ismail

Berqurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan oleh Allah Ta’ala bagi muslim yang mampu. Ibadah ini juga dapat dikatakan sebagai ibadah yang eksklusif karena dilakukan dalam waktu tertentu yaitu pada hari raya Idul Adha. Nah sebenarnya bagaimana sih sejarah awal yang melatar belakangi ibadah qurban ini? Yuk simak penjelasan berikut!


Nabi Ibrahim dan Anaknya Ismail

Ketentuan dalam Ibadah Qurban - Madaninews.id

Foto: madaninews.id

Ketika berbicara tentang sejarah ibadah qurban, maka kita akan melihat sejarah dari keluarga Nabi Ibrahim Alaihisalam.  Menurut penjelasan dalam Alquran, pada awalnya Nabi Ibrahim tidak memiliki seorang anak hingga usia dia yang telah menua. Namun Nabi Ibrahim tidak pernah putus asa dan terus berdoa kepada Allah Ta’ala agar kiranya segera diberikan anak. Adapun doa Nabi Ibrahim sebagai berikut:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang shaleh.” (QS.As-Saffat : 100)

Karena ketukunan dan kesabaran Nabi Ibrahim Alaihisalam, kemudian Allah Ta’ala mengabulkan doa Nabi Ibrahim dengan mangaruniakan anak kepadanya dengan nama Ismail melalui istri kedua, Siti Hajar. Allah Ta’ala berfirman:

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail)” (QS. As-Saffat : 101).


Siti Hajar dan Ismail Dipindahkan Ke Daerah Tandus

Dengan kelahiran anak yang didamba-dambakan oleh Nabi Ibrahim, maka bertambah bahagialah kelurga mereka. Nabi Ibrahim sangat menyayangi Ismail. Namun tidak berapa lama dari kelahiran Ismail, Allah Ta’ala kemudian menurunkan perintah baru kepada Nabi Ibrahim. Perintah tersebut adalah perintah untuk memindahkan Ismail dan ibunya Siti Hajar ke daerah baru. Daerah tersebut merupakan padaang pasir yang tandus, dengan terik matahari yang sangat menyengat, tanpa air dan pepohonan.

Karena mengetahui keadaan dimana ia akan ditinggalkan oleh suaminya, Siti Hajar merasa risau apakah ia dan anaknya Ismail dapat bertahan di tempat tandus tersebut. Layaknya seorang istri yang takut ditinggalkan oleh suaminya, ia pun sangat risau dan menangis sedih. Namun Nabi Ibrahim tidak bisa melakukan apa-apa, karena yang memerintahkan untuk memindahkan istri dan anaknya adalah Allah Ta’ala. Dengan berat hati, Nabi Ibrahim pun meninggalkan anak dan istrinya tersebut, hanya Allah sajalah tempat ia mengharapkan keselematan bagi anak dan istrinya.


Siti Hajar Mencari Sumber Air

Setelah ditinggalkan oleh suaminya, Siti Hajar dan anaknya tinggal di lahan tandus tersebut dengan perbekalaan yang mereka bawa. Namun setalah selang beberapa waktu, habislah perbekalan mereka. Siti Hajar yang mengalami kelaparan dan haus, membuat air susunya kering. Ismail yang masih bayi menangis karena kelaperan. Ia yang bingung dan kalut berlari kesana kemari untuk mencari sumber air yang mungkin ada di sekitar mereka. Siti Hajar berlari-lari bolak balik dari bukit Shafa dan bukit Marwah sebanyak tujuh kali, namun tidak ada sumber mata air yang ia cari-cari.

Siti Hajarpun mengalami kelelahan, lalu ia mendengar suara yang berasal dari tempat ia meletakkan Ismail yang menangis meronta-ronta dan menghentak-hentakkan kakinya kepasir. Tiba-tiba dari bekas tempat Ismail menghentakkan kakinya muncullah sumber air yang memancar. Siti Hajar pun sangat senang, ia kemudian berseru “Zam-Zam” atau berkumpullah agar air tersebut dapat ia konsumsi bersama anaknya. Ia sangat bersyukur, karena disaat genting tersebut Allah masih memberikan pertolongan kepada mereka. Adanya mata air tersebut  membuat burung-burung berdatangan dan mencuri perhatian kafilah-kafilah yang lewat. Mereka meminta izin untuk meminta air kepada Siti Hajar dan membuat kemah disekitar mata air tersebut. Seiring berjalannya waktu jumlah kafilah yang singgah semakin ramai. Mata air tersebut kini dikenal dengan nama Sumur Zam-Zam dan Kawasan tersebut tumbuh menjadi kota Mekkah.


Nabi Ibrahim Diperintah Untuk Menyembelih Ismail

Ismail kemudian tumbuh menjadi anak yang cerdas, saleh dan berbudi baik seperti yang pernah ayahnya doakan dahulu. Saat Ismail beranjak remaja, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah perintah untuk menyembelih Ismail melalui mimpinya. Nabi Ibrahim pun menjadi teramat sedih, anak yang selama ini ditunggu kehadirannya dan sudah menjadi anak yang shaleh harus ia relakan untuk disembelih oleh tangannya sendiri. Sungguh berat ujian yang harus Nabi Ibrahim tanggung.

Karena Nabi Ibrahim tahu jika mimpi yang ia alami merupak perintah langsung dari Allah Ta’ala maka ia pun menceritakan terlebih dahulu kepada Ismail. Ketika ditanya kan bagaimana pendapat Ismail terhadap perintah tersebut, Ismail pun menjawab “Wahai Ayahku, Lakukanlah perintah tersebut”. Hal ini tertuang dalam Alquran:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS. As-Saffat : 102).

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Lengkap Tentang Perayaan Idul Adha

Foto: news.detik.com

Maka tibalah hari dimana Ismail akan disembelih. Ismail kemudian dibaringkan oleh Nabi Ibrahim dengan mata tertutup. Dengan berlinang air mata, Nabi Ibrahim memegang pedang yang sudah siap untuk menyembelih. Ketika Nabi Ibrahim telah meletakkan pedang di leher Ibrahim, datanglah Malaikat Jibril. Kemudian Ismail diganti dengan seekor yang gemuk. Allah Ta’ala berfirman:

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِوَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُقَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. As-Saffat : 103-105).

Nabi Ibrahim dan Ismail menjadi teladan bagi kita semua tentang arti dari kesabaran dan ketabahan dalam menjalankan perintah Allah Ta’ala. Atas kesabaran , Allah kemudian memberikan kemudahan dan pertolongan kepada mereka. Momen penyembelihan ini kemudian menjadi salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan dilakukan oleh umat Islam yang kini dikenal sebagai ibadah qurban. Tidak lagi menyembelih anak laki-laki melainkan menyembelih hewan ternak. Ibadah qurban menjadi simbol bagi setiap umat muslim untuk “menyembelih” dan mengorbankan kecintaan terhadap hal-hal duniawi agar mendapat keridhoan Allah Ta’ala.

Referensi: sejarah qurban dalam islam

 

 🐂🐐🐪Yuk bareng-bareng ber-qurban

Bersama Muslimlife, ber-qurban bisa dicicil lhoo😍😍😍

 Buruaaan tunaikan QURBAN 1443 H, dengan pilihan paket:

🐐 Qurban Kambing

1 ekor --> Rp. 2.700.000 

🐂 Qurban Sapi

1 ekor -->  Rp. 18.900.000

1/7 ekor --> Rp. 2.700.000


💟Benefit

-Mudah, bisa dicicil

-Pilihan paket (biaya) sudah termasuk biaya petugas qurban

-Laporan & dokumentasi

 

❗Caranya, mudah banget❗

  1. Pilih menu Donasi
  2. Lalu pilih --> Penggalangan Dana
  3. Klik --> donasi OTW QURBAN 1443 H (terletak pada urutan 1 (kiri atas)
  4. Silahkan baca deskripsi untuk penjelasan singkat
  5. Lalu klik tombol Donasi (bagian bawah) & silahkan salurkan qurban💚
  6. Biaya qurban bisa dicicil atau langsung tunai sesuai paket yang dipilih
  7. Kendala & tanya jawab, silahkan hubungi admin --> 0812 6041 2722


☎️Konfirmasi Qurban & Gabung ke Grup Peserta Qurban

Hubungi admin via SMS/WA ke: 0812 6041 2722


Yuk tebar kasih sayang dan raih keutamaan Ibadah Qurban bersama Muslimlife💪

Semoga Allah mampukan dan menerima Ibadah Qurban kita, Aamiin.

#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :