thumbnail

Lika-liku Kehidupan Muslimah asal Surabaya Bekerja di Google Amerika

27 September 2021

Kisah Dian Harumi Paramita, memberikan pencerahan untuk para muslimah, bahwa perempuan berhijab bisa diterima dan beradaptasi di negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim. Muslimah berhijab asal Surabaya ini hidup dan bekerja di Perusahaan Google, Amerika sebagai Community Manager.

Kepada suarasurabaya.net, Harumi yang berasal dari Surabya bercerita bahwa banyak lika-liku yang dihadapinya selama bekerja di Amerika. Tantangan terberatnya ialah ia harus siap menjelaskan tentang umat islam yang cinta damai dan bukanlah bagian dari teroris. Termasuk ketika bekerja dan melakukan presentasi pengenalan Google, Harumi selalu menyisipkan penjelasan singkat tentang Islam yang cinta damai dan memberikan pemahaman bahwa orang yang melakukan teror hanya sepenggal orang yang mengaku muslim dan tidak mengerti isi kandungan Al-Qur'an.

Lanjut tentang kehidupan di Amerika, Harumi berpesan untuk pandai-pandai menjaga emosi dan membawa diri dalam berbaur dengan penduduk Amerika. Hidup negeri orang haruslah memahami dan menghormati budaya dan kebiasaan negeri orang. "Jadi, saat di Amerika, saya lebih baik berikhtiar, berdo'a dan diam diri menahan emosi," ujar Dian Harumi Paramita.


Dunia Kerja

Untuk dunia kerja di Amerika, menurutnya lebih simpel. Jika mendapat pekerjaan yang tidak disukai atau diluar bidang, ia bisa menolak dan bilang tidak suka tanpa menyakiti pimpinan. Lebih serunya lagi, bekerja di Google Amerika itu santai. Jika pekerjaan tuntas dan terget tercapai dalam waktu yang lebih cepat, maka sisa waktu pengerjaan boleh digunakan karyawan untuk bersantai atau istirahat di rumah. 

Tapi, untuk bekerja di Google diakuinya sangatlah berat dan harus siap bersaing dengan orang-orang pinter dan berpengalaman. Sisi positifnya, dengan itu ia semakin terpacu untuk belajar dan berinovasi dengan terobosan yang baru dan saling berlomba dengan karyawan lain. Hal berat lainnya adalah jauh dari keluarga. Tentu saja ini adalah hal lumrah yang dirasakan oleh semua orang yang hidup dan bekerja jauh dari tempat tinggal keluarga.

Lanjut tentang bekerja di Google Amerika, tentu saja ada hal positif dan menyenangkan. Ya, sukanya ialah semua fasilitas lengkap yang diimbangi lahan perusahaan yang sangat luas. Fasilitas gym, kolam renang, 27 restoran, potong rambut, laundry, dan lainnya yang tentu saja gratis. Wah, sangat menaik!


Pengalaman selama di Amerika

Ketika itu Harumi sedang berjalan di San Fransisco dan berjumpa dengan seorang fotografer, yang kemudian memotret dirinya. Diluar dugaan sang fotografer, pose Harumi saat itu seperti model sehingga membuat fotografer heran. Harumi pun menjelaskan bahwa ia sebelumnya sempat berkecimpug di dunia model saat di Surabaya. Ia menjadi model saat belum menggunakan hijab. 

Mendengar penjelasan Harumi, fotografer itu pun mengorbitkan fotonya dan menyebarkan informasi tentang kehidupan muslimah berhijab asal Indonesia yang hidup di Amerika Serikat. Tidak disangka, kejadian itu menjadikan ia dinobatkan sebagai Internasional Muslim Fotomodel di San Fransisco dan California, dengan menggunakan jilbab tentunya. Kerennya lagi, dari awal penobatan itu, ia didaulat menjadi ambasador merek dan desainer terkenal di Amerika, "Hermes".


Harapan untuk Indonesia

Tidak lupa kampung halaman, Harumi punya cita-cita yang besar untuk Indonesia. Ia ingin mendirikan sekolah gratis untuk keluarga tidak mampu, mengajarkan ilmu Bahasa Inggris dan ilmu pengetahuan yang ia miliki. Semoga terwujud ! Aamiin.


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2016/Suka-Duka-Wanita-Muslim-Asal-Surabaya-Bekerja-di-Google-Amerika/



#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :