thumbnail

Lihat Transaksimu! Apakah Termasuk Kedalam Riba?

09 Agustus 2022

Salah satu perbuatan yang dilarang oleh Allah Ta’ala adalah riba. Penyebab riba dilarang dilakukan adalah karena perbuatan ini membuat seseorang menjadi tamak dan serakah terhadap harta. Selain itu riba juga akan menyulitkan seseorang dan melahirkan permusuhan. Didalam Alquran, Allah telah melarang dengan jelas transaksi ini, yaitu :

يَمْحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرْبِى الصَّدَقٰتِ ۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيْمٍ

Artinya :

"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa." (QS.Al Baqarah : 276)

Perbedaan Riba dengan Bunga Bank

Photo : IPMAFA

Secara umum riba riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan presentase dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa memiliki arti ziyadah atau tambahan. Didalam Islam, terdapat 5 jenis riba yaitu :

1. Riba Nasi’ah

Riba nasi’ah terjadi ketika seseorang menghutangi uang dalam jumlah tertentu kepada seseorang dengan batas tertentu, dengan syarat berbunga sebagai imbalan batas waktu yang diberikan tersebut. Misalnya, seseorang yang berhutang Rp1.000 yang harus dibayar dalam jangka waktu yang telah ditetapkan namun pada saat telah jatuh tempo orang tersebut tidak mampu membayar maka jumlah hutang akan bertambah.

2. Riba Fadhl

Riba Fadhl, merupakan tambahan yang disyaratkan dalam tukar menukar barang yang sejenis. Jual beli ini juga disebut sebagai barter tanpa adanya imbalan untuk tambahan tersebut. Misalnya, ketika seseorang menukarkan uang pecahan Rp100.000 dengan lembaran Rp2.000-an, tetapi hanya mendapatkan 48 lembar saja, bukan 50 sehingga totalnya tidak lagi seperti nilai awalnya, yakni hanya Rp96.000. Contoh lainnya adalah menukarkan emas 24 karat dengan emas 18 karat.

3. Riba Alyad

Ribah Al Yad terjadi didalam jual beli atau yang terjadi dalam penukaran. Penukaran tersebut terjadi tanpa adanya kelebihan, namun salah satu pihak yang terlibat meninggalkan akad, sebelum terjadi penyerahan barang atau harga. Contohnya seseorang membeli mobil dari seseorang dengan harga Rp100 juta. Tapi karena ia membayar 6 bulan setelahnya, harganya menjadi Rp105 juta.

4. Riba Qard

Ribah Qard terjadi  didalam transaksi utang piutang dengan mengambil manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang diisyaratkan kepada penerima utang atau muqtaridh. Misalnya, seseorang meminjam uang Rp60 juta dengan bunga sebesar 15% dan waktu pelunasan 6 bulan. Besaran bunga biasanya menjadi persyaratan yang diberikan oleh pemberi utang.

5. Riba Jahiliyah

Riba Jahiliyah merupakan penambahan utang lebih dari nilai pokok dalam utang piutang karena penerima utang tidak mampu membayar utangnya secara tepat waktu. Misalnya, seseorang yang meminjam uang sebanyak Rp10 juta kepada seseorang dengan waktu pengembalian selama 1 tahun. Jika si peminjam tidak bisa mengembalikan sampai waktu jatuh tempo, maka akan dikenakan biaya tambahan.

Sumber : Jenis Riba


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :