thumbnail

I'tikaf di Masjid, yuk!

25 April 2022

I'tikaf di Bulan Ramadhan Sesuai Tuntunan Rasulullah – Panjimas

Foto: panjimas.com

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan, di mana setiap amalan ibadah yang kita kerjakan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Ta’ala. Selain itu, di bulan Ramadan ada suatu malam di mana setiap amalan ibadah akan lebih baik dari pada ibadah selama seribu bulan. Malam itu disebut lailatulqadar, yang disebutkan ada di 10 hari terakhir. Selama 10 hari terakhir Ramadan, beberapa orang biasanya akan memaksimalkan amal ibadahnya dengan melakukan i’tikaf di masjid.

Apa sih sebenarnya i’tikaf? Itikaf merupakan kegiatan amalan dengan berdiam diri di masjid dan melakukan kegiatan amalan lainnya di dalam masjid seperti tadarus Al-Qur’an hingga qiyamulail shalat malam.  Sebenarnya i’tikaf dapat dilakukan setiap saat, namun khusus di bulan Ramadan i’tikaf lebih dianjurkan, terutama di sepuluh malam terakhir.

Hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa i’tikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan bagai beritikaf bersama beliau (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).

مَنِ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ

Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir.” (HR Ibnu Hibban)


Hukum I'tikaf

Hukum i’tikaf asalnya sunnah, tetapi dapat menjadi wajib jika dinazarkan oleh seseorang. Hukum i’tikaf juga dapat menjadi haram apabila dilakukan oleh seorang istri tanpa izin suaminya. Hukum i’tikaf menjadi makruh jika dilakukan oleh berperilaku atau berdandan sehingga mengundang perhatian orang lain sehingga bisa mengundang fitnah walaupun telah disertai izin.


Rukun I'tikaf

  1. Niat
  2. Berdiam diri di masjid (sekurang-kurangnya selama tuma’ninah shalat)
  3. Masjid, namun di mazhab hanafi bagi perempuan dibolehkan untuk i’tikaf di rumah
  4.  Orang yang beri’tikaf


Syarat Melaksanakan I’tikaf 

  1. Islam
  2. Berakal sehat
  3. Bebas dari Hadas Besar

Inilah Bacaan Niat I'tikaf Di Masjid, Lengkap dengan Artinya Dalam Bahasa  Indonesia - Portal Pati

Foto: https://portalpati.pikiran-rakyat.com

Apabila seseorang melaksanakan i’tikaf tetapi tidak memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan, maka i’tikafnya dianggap tidak sah. I’tikaf di bulan Ramadan membantu kita untuk mengevaluasi diri. Dengan itikaf kita akan berfokus pada diri kita dan menjauhi kesombongan.

Kenapa I’tikaf ini sangat dianjurkan? Karena ada beberapa keutamaan pada saat menjalankannya. Mulai dari memperbanyak pahala hingga mendapatkan malam seribu bulan atau lailatulqadar. Berikut ini beberapa keutamaan dari menjalankan i’tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadan.


Menggapai Lailatul Qadar

Tarikh Bila Lailatul Qadar Di 10 Malam Terakhir Ramadhan 2020/ 1441H

Foto: panduanmalaysia.com

Salah satu keutamaan menjalankan amalan i’tikaf adalah mendapatkan lailatulqadar yang dipercaya hadir pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Siapa pun yang mengerjakan amal ibadah di saat lailatulqadar, maka akan mendapatkan pahala yang jumlahnya sama dengan ibadah selama seribu bulan. Ada hadis yang disebutkan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam kitab beliau Bulughul Marom, yaitu Hadis no. 699 tentang permasalahan itikaf.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam biasa beritikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau di wafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beritikaf setelah beliau wafat”. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)


Mendapatkan Pahala Setiap Saat

Berdiam diri di masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah bisa juga dengan mendirikan shalat, tilawah, zikir, berdoa, bermunajat, tadabbur, tafakur atau mengkaji ilmu. Bahkan dalam kondisi tidur pun, orang yang beritikaf mendapatkan pahala yang besarnya tidak bisa didapatkan oleh orang yang tidur di rumah. Sebab tidurnya itu termasuk rangkaian itikaf.


Sunnah Rasul

I’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadan merupakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bahkan di Ramadan terakhir sebelum wafat, Rasulullah beritikaf selama 20 hari. Demikian pula istri beliau dan para sahabat Nabi. Mereka beritikaf 10 hari terakhir Ramadan. Setelah Rasulullah wafat, istri-istri beliau juga melaksanakan itikaf pada 10 hari terakhir Ramadan.

Referensi: hukum, rukun dan syarat i'tikaf


 📢📢📢 Ramadhan momen yang baik untuk berbernah diri dan memperbanyak amal sholeh💪🏻 Yuk yuk berdonasi, menyimak tausiyah, ikutan event berfaedah dan amal baik lainnya 🤩

Bersama Muslimlife, ayo berbenah menjadi lebih baik dan semangat menebar kebaikan serta kasih sayang melalui fitur :

🌿 Donasi di Charity Corner Muslimlife

🌿 Asuh Hafidz Muslimlife, dll

🌿 Klinik Al-Fatihah dan Al-Quran Digital


Daaan ayoo akses semua video premium dengan berlangganan di Aplikasi Muslimlife🤩

📎 Dengan berlangganan cuma 500/hari, kita bisa akses semua video premium di Aplikasi Muslimlife

📎 Belajarnya praktis💪 Bisa diakses kapan saja & dimana saja

📎 Metode pembayaran mudah & beragam dengan 3 paket berlangganan : 15.000/1 bulan, 70.000/6 bulan & 120.000/tahun (lebih hemat)

🙏Barakallahu Fii Kum. Semoga Allah memudahkan urusan kita, Aamiin. 

#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :