thumbnail

Ingat! Kematian itu Pasti

24 Mei 2022

Pemakaman | Kuburan - Tempo.co

Foto: tempo.co

“(Dialah Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan, Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” [QS al-Mulk: 2]

Kematian adalah pemutus segala kenikmatan dan pemisah berbagai kebahagiaan. Tentang kematian, berikut hal-hal yang berkaitan dengan keimanan kita terhadap kematian.

1. Kematian pasti datang

Kematian Pasti Datang

Foto: muslim.or.id

Kita harus yakin bahwa penghuni langit dan bumi, baik manusia, jin, malaikat, dan makhluk Allah Ta’ala lainnya pasti mati. Allah Ta’ala berfirman dalam Surah  Al-Qashash ayat 88:

كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ

“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah” 


Allah Ta’ala juga berfirman dalam Surah Ali ‘Imran ayat 185:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”


Kemudian, dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa:

أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَالْجِنُّ وَالْإِنْسُ يَمُوتُونَ

“Saya berlindung dengan kekuasaan-Mu yang tiada sesembahan yang hak selain Engkau, yang tidak pernah mati, sedangkan jin dan manusia pasti akan mati” [HR. Bukhari no. 7383 dan Muslim no. 2717]


2. Ajal manusia sudah ditentukan, tidak akan lebih lama atau lebih cepat

Ketentuan waktu ajal manusia sudah ditentukan, maka tidak bisa mengundurkan atau memajukan waktu walaupun sesaat. Hal ini sesuai firman Allah Ta’ala:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya” [QS. Al-A’raf: 34]


Dalam Surah Al-An’am ayat 60, Allah Ta’ala juga berfirman:

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُّسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan. Kemudian kepada Allahlah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan”


Sedangkan makna dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَه

“Siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menyambung silaturahim” [HR. Bukhari no. 2067 dan Muslim no. 2557]


Makna dari hadist diatas adalah “keberkahan dalam amal dan waktu”. Sehingga dengan keberkahan amal dan waktu tersebut, muslim tersebut bisa mengerjakan banyak kebaikan dan amal saleh di waktu yang sedikit tersebut.


3. Beriman bahwa tidak ada satu pun makhluk yang mengetahui waktu kematian

Beriman terhadap Datangnya Kematian

Foto: muslim.or.id

Waktu kematian adalah urusan Allah Ta'ala dan hanya diketahui oleh Allah Ta’ala pula. Allah Ta’ala berfirman:

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلاَ حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأَرْضِ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib. Tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan. Dan tiada sehelai daun pun yang gugur, melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [QS. Al-An’am: 59]


Dalam Surah Luqman ayat 34, Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ

“Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati”


4. Memperbanyak mengingat kematian 

Jangan Ragukan Lagi Datangnya Kematian – SATUJALAN.COM

Foto: satujalan.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

“Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan (yaitu, kematian)” [HR. Tirmidzi no. 3207, An-Nasa’i no. 1824, dan Ibnu Majah no. 4258]


5. Mempersiapkan diri sebelum datangnya kematian

Mengingat Kematian… | sulvisuardi

Foto: sulvisuardi.com

Setiap mukmin hendaklah mempersiapkan diri dengan amal dan kebaikan sebelum datang kematian bagi diirnya. Serta hendaknya mempersiapkan hal-hal setelah kematian, seperti azab atau nikmat kubur, hari kiamat, dan sebagainya. Allah Ta’ala berfirman:

حَتَّى إِذَا جَاء أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan” [QS. Al-Mu’minuun: 99-100]


Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)” 

Referensi: Beriman terhadap kematian


Yuk, banyak mengingat kematian sekaligus mempersiapkan bekalnya💪🏽 Mari simak tausyiah mempersiapkan kematian oleh KH. Muhammad Syauqi MZ (putra KH. Zainuddin MZ)

🙏Barakallahu Fii Kum

#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :