thumbnail

Deretan Tradisi Unik Rayakan Lebaran di Indonesia

04 Mei 2022

 

Ramadan sudah memasuki hari-hari terakhir, dan artinya Lebaran sudah hampir tiba. Dalam menyambut lebaran, masyarakat Indonesia yang kaya akan budaya memiliki banyak tradisi yang berbeda di setiap daerah. Nah apa saja tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri?


1. Meugang

Tradisi Berburu Daging Warisan Sultan Aceh - Ramadan Tempo.co

Foto: ramadantempo.co

Meugang atau Makmeugang merupakan tradisi yang berasal dari Aceh. Meugang merupakan tradisi menyembelih hewan sapi atau kambing yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yaitu saat menyambut Ramadan, menyambut Idul Fitri, dan saat menymabut Idul Adhaa. Tradisi Meugang di desa biasanya berlangsung satu hari sebelum hari raya, sedangkan di kota berlangsung dua hari sebelum hari raya. Jumlah hewan yang disembelih sangat banyak biasanya hingga ratusan ekor dalam satu kawasan. Biasanya masyarakat memasak daging di rumah, setelah itu membawanya ke masjid untuk makan bersama tetangga dan warga yang lain.


2. Bakar Gunung Api

Upacara Adat Bakar Gunung Api Bengkulu | Beautiful Indonesia UMM

Foto: beautiful-indonesia.umm.ac.id

Bakar Gunung Api tradisi dari Bengkulu. Bakar Gunung Api atau Ronjak Sayak dilakukan dengan membakar batok kelapa yang ditumpu menggunung lalu dibakar dan dilakukan pada malam takbiran atau malam ke 27.


3. Batobo

Uniknya Batobo, Tradisi Jemput Pemudik Di Riau ➤ Jadiberita.com

Foto: jadiberita.com

Batobo merupakan tradisi yang berasal dari Riau. Batobo dilakukan saat perantau kembali ke kampung halamannya dan disuguhi sambutan khusus. Seperti pahlawan, para rombongan pemudik diarak dengan menggunakan rebana melintasi persawahan dan menuju tempat berbuka puasa bersama. Tradisi Batobo ini bisa dijadikan ajang silaturahmi dan pelepas rindu antara para perantau dengan keluarga di kampung halamannya.


4. Bedulang

Makan Bedulang Lauk Gangan di Lapangan Segitiga Manggar | Pemerintah  Kabupaten Belitung Timur

Foto: belitungtimurkab.go.id

Tradisi Bedulan merupakan tradisi masyarakat Bangka yang dilakukan setelah bersilaturahmi dan bermaaf-maafan, lalu dilanjutkan dengan makan begara, yang artinya makan bersama. Namun karena penyajiannya menggunakan tudung saji, akhirnya disebut juga dengan nama bedulang. Uniknya, saat menyantap makanan, kamu tidak boleh menggunakan sendok melainkan harus menggunakan tangan secara langsung. Selain itu terdapat aturan dimana harus orang yang paling tua dulu yang mengambil makanan, baru dilanjutkan yang lebih muda.


5. Malaman

Malaman, Tradisi Lebaran yang Kini Terlupakan • jadiberita.com

Foto: jadiberita.com

Malaman yang merupakan tradisi masyarakat Lampung dilakukan pada malam takbirani menjelang Idul Fitri. Anak-anak dan remaja laki-laki akan menyusun batok-batok kelapa di halaman rumah mereka hingga menjulang tinggi sekitar 1 meter atau lebih. Usai disusun batok tersebut dibakar hingga api tampak menjulang. Batok kelapa tersebut merupakan batok yang tidak terpakai sisa memasak rendang.


6. Grebeg Syawal

Top 3: Gunungan Grebeg Keraton Yogya Jatuh, Pertanda Apakah? - Regional  Liputan6.com

Foto: liputan6.com

Masyarakat Yogyakarta punya tradisi yang dilakukan setelah Idul Fitri yakni perayaan Grebeg Syawal. Tradisi ini sebenarnya adalah tradisi keraton untuk menyambut 1 Syawal. Biasanya perayaan ini akan diawali dengan para warga mengarak berbagai macam hasil bumi yang disusun rapi berbentuk kerucut berukuran besar dari Pagelaran Keraton menuju Halaman Masjid Agung Kauman. Setelah didoakan, hasil bumi ini akan menjadi rebutan para warga yang hadir.


7. Festival Meriam Karbit

Tradisi Meriam Karbit, Festival Warga Pontianak Menyambut Lebaran -

Foto:  daylisia.com

Festival ini merupakan tradisi warga Pontianak yang sudah dilakukan selama 200 tahun. Festival ini menggunakan meriam yang terbuat dari bambu besar dan diletakkan di pinggir Sungai Kapuas. Menjelang malam takbiran, para warga akan berkumpul di sekitar pinggir sungai untuk menyalakan meriam-meriam besar, sebagai tanda datangnya Hari Raya Idul Fitri. 


8. Festival Tumbilotohe

Tradisi Tumbilotohe di Gorontalo, Pesta Seribu Lampu Jelang Perayaan Lebaran

Foto: correcto.id

Festival Tumbilotohe yang berasal dari Gorontalo ini merupakan tradisi para warga yang  akan menyalakan lampu berbahan minyak tanah. Nantinya lampu-lampu minyak ini akan menerangi sepanjang jalan di Kota Gorontalo. Tujuannya adalah untuk menerangi jalan agar warga desa bisa dengan mudah melaluinya saat membagi-bagikan zakat. Biasanya, tradisi ini juga dimeriahkan dengan tabuhan bedug dan meriam dari bambu.


9. Ngejot

Mengenal Ngejot, Tradisi Muslim Bali Jelang Lebaran

Foto: correcto.id

Meskipun mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, namun bukan berarti umat Muslim di sana tidak memiliki tradisi. Dalam tradisi ini umat Muslim akan membagi-bagikan makanan bagi semua warga tanpa membedakan agama yang dianutnya. Tradisi Ngejot juga sering dilakukan oleh umat Hindu di Bali saat mereka merayakan Hari Besar agama Hindu.


10. Perang Topat

Perang Topat, 'Perang' Pemersatu Islam dan Hindu di Lombok

Foto: cnnindonesia.com

Perang topat ini bukanlah perang sungguhan melainkan perang yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar umat beragama. Perang Topat berarti perang ketupat ini dilakukan oleh suku asli Lombok yakni Suku Sasak dan biasanya dilakukan saat hari ke-6 Lebaran. Tradisi tersebut dimulai dengan mengarak hasil bumi, kemudian dilanjutkan dengan saling lempar ketupat yang dipercaya bisa mengabulkan doa.

Sumber : 10 tradisi unik rayakan lebaran di indonesia

 #MuslimlifeMenjawabKeresahanmu 


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :