thumbnail

Bagaimana Sebaiknya Mengurus Kuburan

25 Juli 2022

Dalam mengurusi jenazah, perihal makam atau kuburan juga menjadi perhatian kita sebagai umat Islam yang masih hidup. Lalu, apakah sebaiknya kuburan diratakan atau baiknya ditinggikan?

Mengenai hal ini, Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam kitab Minhajul Muslim menjelaskan bahwa hendaklah kuburan diratakan dengan tanah. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan meratakan kuburan dengan tanah. Namun juga boleh meninggikan kuburan sekitar satu jengkal, dan mayoritas ulama menganjurkan hal tersebut. Karena makam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga ditinggikan. Tidak hanya itu, peletakan tanda pengenal di atas makam dengan batu dan yang lainnya juga dibolehkan. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga meletakkan tanda di atas makam Usman bin Mazh'un dengan batu. 

Seraya beliau bersabda:

"Aku memberi tanda pada kuburan saudaraku dengan batu ini, dan aku kuburkan di dekatnya orang yang wafat dari keluargaku" (HR. Abu Dawud)

Ingat Mati, Sumadi Siapkan Kafan, Nisan hingga Gali Kubur Sendiri

Foto: viva.co.id

Kemudian, haram hukumnya mengapur dan membangun makam, baik dengan semen (cor) atau lainnya. Begitu juga tidak boleh menulisinya. Karena ada hadist yang shahih dari Nabi shallallahu ’alaihi wasallam yang menerangkan tudak bolehnya membangun dan menulisi makam. Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari hadits Jabir radhiallahu’anhu, beliau berkata:

نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

“Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangun”


Kemudian, At Tirmidzi dan ulama hadits lain juga meriwayatkan hadits ini dengan sanad yang shahih, namun ditambahi dengan lafadz:

وَأَنْ يُكْتَبَ عَلَيْهِ

“dan (juga dilarang) ditulisi”


Maka, jika ditelaah kembali, hal tersebut termasuk bentuk sikap ghuluw (berlebih-lebihan). Kemudian tentang menulis kuburan itu juga beresiko menimbulkan dampak sikap ghuluw berlebihan dan sikap lainnya yang dilarang syar’iat. Yang dibolehkan yakni mengembalikan tanah galian lubang kubur ke tempatnya, lalu ditinggikan sekitar satu jengkal. Sehingga orang-orang dengan mudah dapat tahu bahwa itu adalah kuburan atau makam. Wallahu a’lam.

Referensi: meratakan atau meninggikan makamhukum membangun kuburan


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :