thumbnail

Amalan-amalan Sunnah Ketika Berbuka Puasa

02 April 2022

Waktu ketika buka puasa adalah waktu yang spesial nan membahagiakan, karena telah berhasil menahan lapar dan haus seharian, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Agar berbuka puasa menjadi semakin berkah, mari sibukkan dengan amalan yang disunnahkan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

والذي نفسُ محمدٍ بيدهِ لَخَلوفِ فمِ الصائمِ أطيبُ عندَ اللهِ من ريحِِ المسكِ ,للصائمِ فَرْحتانِ يفرَحْهُما إذا أَفطرَ فَرِحَ ، وإذا لقي ربَّه فَرِحَ بصومِهِ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah itu lebih wangi daripada misik. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu Rabb-Nya” (HR. Bukhari no. 1904, Muslim no. 1151). Berikut adab-adab yang sebaiknya dibiasakan ketika berbuka puasa:


1. Disunnahkan menyegerakan berbuka

HR. Bukhari: 1821 - Tentang Menyegerakan Berbuka Puasa • RisalahMuslim

Foto : risalahmuslim.id

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا يزالُ النَّاسُ بخَيرٍ ما عجَّلوا الفِطرَ عجِّلوا الفطرَ

“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).


Kemudian, dari Umar bin Khathab radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا أقْبَلَ اللَّيْلُ مِن هَا هُنَا، وأَدْبَرَ النَّهَارُ مِن هَا هُنَا، وغَرَبَتِ الشَّمْسُ فقَدْ أفْطَرَ الصَّائِمُ

“jika datang malam dari sini, dan telah pergi siang dari sini, dan terbenam matahari, maka orang yang berpuasa boleh berbuka” (HR. Bukhari no.1954, Muslim no.1100).


2. Buka puasa dengan beberapa butir ruthab (kurma segar)

Cara Menyimpan Kurma Muda (Ruthab) Agar Tetap Segar - Derlit.id

Foto : kurma.derlit.id

Dianjurkan memilih ruthab (kurma segar) sebagai pilihan pertama saat berbuka puasa. Namun, jika tidak ada bisa sebaiknya memilih beberapa butir tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada juga, maka dengan beberapa teguk air putih. Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كان رسول اللهِ صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبًات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبًات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab (kurma segar) sebelum shalat. Jika beliau tidak punya ruthab, maka dengan tamr (kurma kering), jika beliau tidak punya tamr, maka dengan beberapa teguk air” (HR. Abu Daud no.2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).


Berdasarkan hadist diatas, mendahulukan makanan atau minuman lain sebelum kurma atau air putih tidaklah dianjurkan. Namun bukan berarti tidak boleh. Hanya saja, tentu sebaiknya mencontohi kebiasaan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa. 


3. Adab memakan kurma

Jangan Buka Puasa dengan Teh Manis dan Kurma, Ahli Ungkap Risikonya

Foto : suara.com

MaaSyaa Allah, siapa yang baru tau nih? kalau memakan kurma juga ada adabnya. Ya, dianjurkan dengan cara mengeluarkan biji kurma di punggungnya dengan menggunakan dua jari, yaitu jari tengah dan jari telunjuk. Dari Abdullah bin Busr radhiallahu’anhu ia berkata:

ثُمَّ أُتِيَ بتَمْرٍ فَكانَ يَأْكُلُهُ وَيُلْقِي النَّوَى بيْنَ إصْبَعَيْهِ، وَيَجْمَعُ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى

“Kemudian dibawakan kurma kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dan beliau memakannya, kemudian mengeluarkan bijinya di antara kedua jarinya, yaitu beliau menggabungkan antara jari telunjuk dan jari tengah” (HR. Muslim no. 2042).


Dan jika ditelaah kembali, tujuannya adalah agar tangan tetap bersih dari kotoran dan bekas mulut ketika hendak mengambil kurma yang selanjutnya. MaaSyaa Allah, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sungguh teladan yang baik.


4. Membaca doa berbuka puasa


Foto : kupanh.tribunnews.com

Nah, yang juga jangan dilupakan adalah berdo'a ketika berbuka puasa. Berikut do'a yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Ibnu Umar radhiallahu’anhu berkata: 

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ الله

“biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam jika berbuka beliau berdoa: dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah (telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala insya Allah).” [HR. Abu Daud no.2357, An Nasa-i no.3315, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud]


5. Memperbanyak do'a ketika buka puasa

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثلاثٌ لا تُرَدُّ دعوتُهُم الصَّائمُ حتَّى يُفطرَ والإمامُ العادلُ ودعْوةُ المظلومِ

”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.3598, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi).

Karena waktu berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan jangan sia-siakan waktu yang baik ini. Ayo memperbanyak do'a dan panjatkan kepada Allah yang Maha Baik lagi Maha Segalanya. Kemudian, boleh berdo'a sebelum berbuka. Dalam hal ini, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan:

“Doa ketika berbuka puasa dilakukan sebelum berbuka, ketika matahari hampir tenggelam. Karena ketika itu tergabung perendahan jiwa, penuh ketundukan, dan itu ia masih sedang berpuasa. Dan semua ini merupakan sebab dikabulkannya doa. Adapun jika setelah berbuka, maka jiwa merasa santai dan senang, bahkan terkadang menjadi lalai” (Liqa Asy Syahri, no.8).

Boleh juga setelah berbuka. Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts wal Ifta’ ketika menjelaskan hadits:

إنَّ للصائمِ عند فِطره دعوةً لا تُردُّ

“Orang yang berpuasa, ketika berbuka puasa ia memiliki doa yang tidak tertolak”.

Mereka mengatakan: “Hadits ini riwayat Ibnu Majah. Penulis kitab Az Zawaid mengatakan: sanadnya shahih. Dan doa ini boleh sebelum atau setelah berbuka. Karena kata “inda” mencakup keduanya” (Fatawa Al Lajnah, 9/30).


6. Urutan buka puasa yang ideal

  1. Memperbanyak doa beberapa saat sebelum datang waktu maghrib
  2. Ketika datang waktu Maghrib, baca basmalah, lalu makan kurma atau minum air putih
  3. Membaca doa
  4. Lanjutkan makan atau minum yang lain
  5. Memperbanyak doa di antara adzan dan iqamah
  6. Shalat maghrib
  7. Jeda adzan dan iqamah

Hal baik untuk imam dan muadzin memberikan jeda antara adzan dan iqamah yang sekiranya cukup bagi jama’ah, agar menyelesaikan makan tanpa terburu-buru. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

اجعلْ بين أذانِك وإقامتِك نفَسًا ، قدرَ ما يقضي المعتصِرُ حاجتَه في مهَلٍ ، وقدْرَ ما يُفرِغُ الآكِلُ من طعامِه في مهَلٍ

“jadikanlah antara adzanmu dan iqamatmu jeda sejenak, yaitu sekadar waktu orang yang sedang ada kebutuhan menyelesaikan kebutuhannya dengan tenang, dan sekadar waktu orang yang sedang makan menyelesaikan makannya dengan tenang” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, Al Baihaqi, dll. dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 887).

Dan do'a kita bersama, semoga Bulan Ramadhan tahun ini kita bisa memperbanyak amalan baik lagi sunnah. Semoga Allah menerima puasa dan memudahkan urusan kita, Aamiin.

Wallahu A'lam. 


🚨🚨🚨Yuk yuk perbanyak amal sholeh selama Bulan Ramadhan, seperti donasi, tausiyah, ikutan event berfaedah dan amal baik lainnya🤩

Bersama Muslimlife, ayo lebih banyak menebar kebaikan melalui fitur :

Donasi di Charity Corner Muslimlife

Asuh Hafidz Muslimlife, dll


Daaan yuk yuk akses semua video premium dengan berlangganan di Aplikasi Muslimlife🤩

✅Dengan berlangganan cuma 500/hari, kita bisa akses semua video premium di Aplikasi Muslimlife

✅Belajarnya praktis💪 Bisa diakses kapan saja & dimana saja

✅Metode pembayaran mudah & beragam dengan 3 paket berlangganan : 15.000/1 bulan, 70.000/6 bulan & 120.000/tahun (lebih hemat)


🙏Barakallahu Fii Kum. Semoga Allah memudahkan semua urusan kita, Aamiin🤲

Referensi : Sunnah-sunnah ketika berbuka puasaBacaan buka puasa beserta artinya



#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :