thumbnail

Alhamdulillah.. Wisata Halal Indonesia Raih Peringkat 2 Global Muslim Travel Index 2022

14 Juni 2022

10 Destinasi Wisata Halal Terfavorit di Indonesia | Muslim Obsession

Foto: muslimobsession.com

Siapa nih yang suka banget jalan-jalan? Sebagai muslim, tentunya setiap perilaku kita sudah diatur sedemikian rupa, termasuk berwisata. Oleh karena itu banyak negara didunia yang membuat objek wisatanya menjadi objek wisata yang ramah terhadap muslim atau yang biasa dikenal sebagai wisata halal.

Berdasarkan laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2022, Indonesia menjadi negara dengan wisata halal terbaik kedua di dunia, setelah Malaysia. Menurut Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Afdhal Aliasar, Indonesia mengalami kenaikan dua peringkat dari posisi empat pada 2021.

Wisata Halal Indonesia Peringkat 2, Hanya Kalah dari Malaysia

Foto: traveldetik.com

Posisi kedua dalam GMTI 2022 ditempati tidak hanya oleh Indonesia namun juga oleh Arab Saudi dan Turki karena memiliki nilai sama yakni 70. Sementara Malaysia memperoleh score 74. Posisi selanjutnya adalah Uni Emirate Arab dengan nilai 66, dan Qatar dengan nilai 64. GMTI 2022 diluncurkan oleh Mastercard-CrescentRating. Laporan tahunan ini menjadi optimisme baru untuk sektor pariwisata setelah mengalami penurunan sangat tajam karena pandemi Covid-19 sejak dua tahun lalu. Kriteria pemeringkatan GMTI didasarkan pada "CrescentRating model ACES," yang diresmikan dalam laporan GMTI 2017. Model ACES mencakup empat bidang utama guna memungkinkan destinasi menarik lebih banyak pelancong Muslim.

Pertama, kemudahan akses ke tempat tujuan, yang memengaruhi 10 persen skor penilaian. Ini meliputi kebijakan visa, persyaratan masuk wilayah tersebut, konektivitas, transportasi, dan infrastruktur.

Kedua, komunikasi internal dan eksternal oleh destinasi wisata. Mempengaruhi 20 persen skor penilaian, poin ini termasuk pemasaran destinasi, kecakapan komunikasi, dan kesadaran pemangku kepentingan.

Ketiga, situasi di tujuan perjalanan. Mengisi 30 persen skor penilaian, faktor ini meliputi keamanan, batasan keyakinan warga lokal, kedatangan pengunjung, iklim yang mendukung, serta praktik keberlanjutan.

Keempat, layanan yang disediakan tujuan wisata halal dengan beban 40 persen skor penilaian. Ini termasuk kebutuhan pokok, seperti makanan halal dan fasilitas salat, layanan utama di hotel dan bandara, serta pengalaman unik.

Foto: wartaekonomi.co.id

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, wisata halal bukan berarti islamisasi wisata atraksi, melainkan memberikan layanan tambahan yang terkait dengan fasilitas, turis, atraksi dan aksesibilitas untuk memenuhi pengalaman dan kebutuhan para wisatawan muslim, seperti jasa akomodasi dan transportasi, penyediaan makanan halal, wisata halal paket dan keuangan halal.

Menurut Sandiaga, potensi pasar wisata halal di Indonesia sangat besar. Pada tahun 2019, umat Islam di seluruh dunia menghabiskan total US$ 2,02 triliun untuk belanja makanan, kosmetik farmasi, fesyen, travel dan rekreasi. Pasar muslim global juga diperkirakan akan tumbuh hingga US$ 2,4 triliun pada 2024. Sejumlah pengeluaran terbesar bagi wisatawan muslim adalah pada makanan dan minuman halal.

Referensi: sandiaga sebut mulai 2022 ada wisata kapal pesiar dari singapuraindonesia raih peringkat dua global muslim travel index 2022


Sahabat Muslimlife juga bisa lhoo mendukung dan berkecimpung di dunia wisata. Nah, salah satunya dengan membangun bisnis biro wisata tour and travel.

🤔🤔🤔 Tapi bingung harus mulai dari mana?

Nah, biar gak bingung lagiii... Yuk tonton video premium sukses membangun bisnis biro wisata tour and travel di Aplikasi Muslimlife. Ada banyak tips dan triknya juga lhoo🤩

#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :