thumbnail

5 Faktor Peghalang Terkabulnya Doa

31 Mei 2022

Doa Agar Menjadi Orang yang Sukses, Jangan Lupa Dibaca ya! - Solopos.com |  Panduan Informasi dan Inspirasi

Foto: salopos.com

Do'a adalah senjata kaum muslimin. Kapan pun dan di mana pun, patutlah setiap muslim meminta segala hajat dan kebutuhan kepada Allah Ta’ala. Tentu saja, Allah Ta’ala sangat senang jika hamba-Nya berdoa dan meminta kepada-Nya. Dalam hadist, Allah Ta’ala marah kepada  hamba-Nya yang jarang berdoa dan meminta kepada-Nya.

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

“Bahwasanya barangsiapa tidak meminta kepada Allah, Ia murka kepadanya” [[HR. Tirmidzi no. 3373]


Kemudian, dalam hadist lain disebutkan:

إِذَا تَمَنَّى أَحَدُكُم فَلْيُكثِر ، فَإِنَّمَا يَسأَلُ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut. Karena ia sedang meminta (berdoa) kepada Allah Azza wa Jalla.” (HR. Ibnu Hibban no. 889, dinilai sebagai hadis sahih oleh Syekh Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 437)


Untuk itu, keliru bila dikatakan, “Tidak layak bagi seorang hamba meminta kepada Allah, kecuali surga.” Atau pun mengatakan, “Banyaknya doamu dan keinginanmulah yang menyebabkan doamu tak kunjung dikabulkan.” Karena sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Mendengar, Maha pemberi serta Maha mengabulkan semua keinginan.


Sayangnya, dalam berdoa seorang hamba sering melakukan kesalahan dan putus asa, seperti meminta kepada selain Allah Ta'ala, tergesa-gesa dalam memohon pengabulan, dan terburu-buru menyimpulkankan doanya tidak didengar oleh Allah Ta’ala. Untuk menghindari berburuk sangka kepada Allah, Maka perlu diketahui faktor-faktor yang menghalangi terkabulnya doa atau bisa jadi ada cara Allah Ta’ala yang lain dalam mengabulkan doa kita.


Faktor penghalang terkabulnya doa

Doa Kita di Bulan Ramadhan Pasti Terkabul, Jangan Khawatir - YAYASAN  MUTIARA SURGA

Foto: mutiarasurga.org

Terkabulnya sebuah doa itu tergantung bagaimana kualitas doa tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah pernah memberikan permisalan:

والأدعية والتعوذات بمنزلة السلاح ، والسلاح بضاربه ، لا بحده فقط ، فمتى كان السلاح سلاحا تاما لا آفة به ، والساعد ساعد قوي ، والمانع مفقود ، حصلت به النكاية في العدو . ومتى تخلف واحد من هذه الثلاثة تخلف التأثير

“Doa dan ta’awwudz memiliki kedudukan sebagaimana layaknya senjata. Kehebatan sebuah senjata sangat bergantung kepada pemakainya, bukan hanya dari ketajamannya. Jika senjata tersebut adalah senjata yang sempurna, tidak ada cacatnya, lengan penggunanya adalah lengan yang kuat, serta tidak ada suatu penghalang, maka tentulah ia mampu dipakai untuk menghantam dan mengalahkan musuh. Namun, apabila salah satu dari tiga hal tersebut hilang, maka efeknya juga melemah dan berkurang.” (Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’, hal. 35)


Maka, jika doa tersebut tidak layak, maka tentu saja efek doanya juga tidak ada. Sehingga faktor penghalang doa itu kembali kepada sifat pribadi si pendoa atau hakikat tersebut. Tidak hanya itu, berikut beberapa penghalang terkabulnya doa:

1. Tidak sempurna bertobat dari semua kemaksiatan

Untuk itu, hendaklah segera bertobat dan memprbanyak istigfar. Berhubungan dengan hal ini, Nabi Nuh ‘alaihissalam pernah menasihati kaumnya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً

“Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristigfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12)


2. Merasa jemu, terburu-buru ingin dikabulkan dan meninggalkan doa

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لم يَعْجَلْ، يقول: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

“Akan dikabulkan doa kalian selama tidak tergesa-gesa, yaitu ia berkata, ‘Aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan’” (HR. Bukhari no. 6340 dan Muslim no. 2735)


Dalam riwayat muslim, ada tambahan yakni:

Ketika sahabat bertanya tentang maksud tergesa-gesa di dalam berdoa. Nabi menjawab yang artinya, “Ia mengatakan, ‘Aku telah berdoa, aku telah berdoa, tapi aku tidak melihat doa itu dikabulkan.’ Kemudian dia merasa jemu dan meninggalkan berdoa”


3. Tidak menghadirkan hati ketika berdoa

Amalan Doa Tiap Pagi Hari, Dipercaya Lancarkan Usaha dan Rezeki -  BorobudurNews

Foto: borobudurnews.com

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ادْعوا الله وأنتم مُوقنون بالإِجابة، واعْلموا أنَّ الله لا يَستجيب دعاءً من قلبٍ غافل لاه

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai” (HR. Tirmidzi no. 3479. At-Tirmidzi mengatakan, “Hadis ini dihukumi gharib, namun itu tidak meniadakan sifat ‘hasan’ dan ‘sahih’ darinya”).


4. Memakan harta atau barang haram

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟

“Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seorang lelaki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya menjadi kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat kedua tangannya ke langit dan berdoa, ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.’ Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan diberi makan dari yang haram. Maka, bagaimanakah Allah akan mengabulkan doanya” (HR. Muslim no. 1015)


5. Tidak menjalankan usaha dan kebajikan yang akan mengantarkan pada keinginan dan harapannya

Misalnya saja seseorang yang mengharapkan harta yang banyak, namun ia tidak mau bekerja. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

“Bersemangatlah pada hal yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan pada Allah, dan janganlah kamu putus asa.” (HR. Muslim no. 2664)


Bentuk pengabulan doa

yuni memposting momen baru

Foto: umma.id

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا . قَالُوا: إذا   نكثر. قال :  الله أكثر.

“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan tidak memutus persaudaraan, melainkan Allah akan berikan salah satu dari tiga hal, (1) (Allah) akan kabulkan doanya; atau (2) disimpan baginya di hari akhirat; atau (3) dipalingkan dari kejelekan semisal darinya.” (Para sahabat) mengatakan, “Kalau begitu kita perbanyak (doa).” Nabi menjawab, “Allah (akan memberikan) lebih banyak lagi” (HR. Ahmad, di dalam Musnad-nya (17: 213))


Dari hadis diatas, disimpulkan bahwa bentuk pengabulan doa ada tiga macam, yakni:

Pertama, Allah Ta’ala kabulkan doanya, sesuai dengan apa yang si pendoa minta

Kedua, Allah Ta’ala tidak mengabulkan doa sesuai dengan apa yang si pendoa minta. Namun, Allah hindarkan dirinya keburukan dan marabahaya akan menimpanya.

Ketiga, Allah Ta’ala tidak mengabulkan doanya sebagaimana yang ia minta, namun Allah jadikan doanya sebagai tabungan kebaikan di akhirat kelak.


Kemudian, dalam mengabulkan doa, maka bisa saja Allah kabulkan doa itu secara langsung setelah hamba tersebut berdoa. Namun, bisa saja Allah Ta’ala kabulkan doa tersebut setelah beberapa waktu. Untuk itu, muslim yang taat tidah boleh berhenti berdoa, berperasangka buruk dan berputus asa ketika doanya belum dikabulkan Allah Ta’ala.  Allah Ta’ala berfirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي

“Sesungguhnya Aku berdasarkan pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku akan selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku.” (HR. Bukhari no. 7537 dan Muslim no. 2675).

Allahu A’lam Bisshowaab.

Referensi: mengapa doa tidak kunjung dikabulkan


👋🏻Assalamu'alaykum Ayah Bunda..

Di zaman yang serba digital ini, gak dipungkiri anak-anak susah banget dijauhi dengan dunia digital dan internet, misalnya saja sudah suka main hp.

Eettss, jangan lupa diawasi yaa😊 Sebagai orang tua, kita bertanggung jawab untuk menjaga tontonan apa saja yang baik dan masih relevan untuk anak-anak.

Nah salah satunya, bole banget tontonan tentang bacaan dzikir dan doa sehari-hari bersama kartun Syamil dan Dodo👧🏽🧒🏼

Alhamdulillah... Belajar sambil bermain jadi makin seruuu deh🥰


#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :