thumbnail

Misi di Hari Jumat dan Keislaman Robert Crane

28 Februari 2022

Alhamdulillah. Kabar baik datang dari seorang akademisi, penulis, dan aktivis asal Amerika Serikat, Robert Dickson Crane yang akhirnya mendapat hidayah dan menjadi mualaf. Robert Dickson Crane alias Faruk Abdulhak juga merupakan mantan penasihat Amerika Serikat, Nixon dan termasuk ke dalam daftar 500 muslim yang paling berpengaruh di dunia. Tidak hanya itu, pria kelahiran 1929 ini juga sempat menjabat posisi penting di pemerintahan Amerika Serikat yaitu seperti Wakil Direktur Dewan Keamanan dan Wakil Direktur Dewan Keamanan, sebelum menjabat sebagai penasihat presiden.


Misi Hari Jumat, 1980

Ketertarikan Crane terhadap dunia Islam dimulai ketika ia dan istrinya mendapat misi ke Bahrain. Ketika di Bahrain, mereka hendak berkunjung ke salah satu istana tua, kota keraton yang hanya bisa dicapai setelah melewati jalan yang rumit. Namun nahas, mereka tersesat karena terlalu banyak persimpangan jalan. Saat kehilangan arah dan cuaca semakin panas, syukurnya mereka bertemu salah satu pria lokal yang sangat ramah. Pria lokal itu mengundang dan menjamu mereka di rumahnya. Keramahan pria lokal tersebut membuat Crane kagum dan terkejut, karena baru pertama kali itu ia bertemu dengan muslim yang baik.


Selama di rumah itu, mereka mengobrol banyak tentang isu-isu politik, ekonomi, sosial dan sebagainya. Menariknya, sepanjang obrolan itu, pria lokal tersebut tidak membicarakan Islam dan menyinggung agama Crane saat itu. Kejadian ini memberi kesan yang dalam bagi Crane dan membuat ia tertarik untuk meneliti tentang Islam (islammessage.com)


Menentang Islam

Sebelum memutuskan menjadi mualaf, Crane dikenal sangat menentang Islam. “Saya muak dengan agama ini dan saya tidak pernah berpikir untuk mempelajarinya. Agama ini sangat primitif. Saya mengusulkan Nixon kepada Islam sebagai aliansi melawan komunisme. Bahkan jika itu mual, itu berguna melawan komunisme.” ucap Crane.

Kisah Mantan Penasihat Presiden AS Nixon Masuk Islam - PINTU HIDAYAH

Foto : pintuhidayah.com

Dan Alhamdulillah, Allah Ta'ala yang mampu membolak-balikan hati manusia, akhirnya memberikan hidayah kepada Crane melalui peristiwa Bahrain. Pada 1980, ia menghadiri konferensi yang diadakan oleh para tokoh muslim dunia di New Hampshire, Amerika Serikat. Kehadirannya bukan hanya sekadar untuk mendengar, namun juga langkahnya untuk mempelajari Islam bersama tokoh muslim lainnya.


Antusias Crane mengikuti konferensi sudah terlihat di hari pertama. Crane sangat senang karena diberi banyak kesempatan bertanya. Kala itu hari Jumat. Para peserta konferensi berkumpul dan bersiap-siap hendak ibadah shalat Jum'at yang di-imami pemimpin Gerakan Islam Sudan dan ulama terkenal, Hasan Turabi. Ketika itu Crane mengira sudah melewatkan kesempatan penting. Dan begitu terkejutnya ia ketika melihat para jamaah sedang bersujud. "Saya menyadari bahwa dia (Turabi) sedang bersujud kepada Tuhan. Kemudian, saya berpikir bahwa orang yang bersujud kepada Allah ini sepuluh kali lebih baik dari saya,” ucap Crane saat mencertakan kembali momen berharga itu. Setelah itu, Crane merasa harus melakukan sujud juga dan ia pun memutuskan masuk Islam, sesudah sujud pertamanya di Jumat sore tersebut


“Faktanya, Allah telah mengarahkan saya ke Islam pada usia 5 tahun dan kemudian pada usia 21 tahun. Tapi saya tidak tahu sampai saya bertemu dengan pria Bahrain yang mengatakan kepada saya bahwa ada orang lain yang melihat hal-hal yang ditunjukkan kepada saya juga, dan bahwa saya sedang menyembah 'Allah'. Saya telah memahaminya pada usia 50 tahun," ucap Craine.


Tedaftar dalam 500 Muslim Paling Berpengaruh Dunia

Semenjak mualaf, Crane mulai menjadi bagian integral komunitas muslim dan menjabat direktur publikasi di International Institute of Islamic Thought (IIIT) serta membantu Dewan Muslim Amerika. Sejak 1983 sampai 1986, Crane menjadi Direktur Dakwah Islamic Center di Massachusetts Avenue di DC. Kemudian pada 1994, Crane membuka Pusat Pembaruan Peradaban miliknya di Santa Fe.


Tidak hanya itu,  pada 2011 ia dipanggil oleh Qatar Foundation  untuk memberikan kuliah mengenai politik di Washington. Saat di Qatar, ia menjabat posisi penting di pusat penelitian besar Universitas Hammad bin Khalif.


Perbaikan Masa Lalu dan Karya Crane bagi Muslim Dunia

Hal yang paling mencolok dari sisi kehidupan Crane dahulu adalah dirinya yang sangat memusuhi Islam. Dan kini, langkahnya sudah berubah. Ia menjadi muslim yang semangat mensyiarkan Islam, baik secara publikasi maupun melalui gerakan dan pernyataan yang sangat menentang Islamofobia. Ia juga berdiri bersama musim lainnya dalam kekacauan pasca-9/11

Semasa hidupnya Crane banyak menulis buku dan publikasi ilmiah tentang perjalanan hidup, pluralisme agama, urusan antar-agama, ilmu sosial Islam, hak asasi manusia dalam pandangan Islam, kesulitan yang dihadapi Muslim Amerika dan dunia,serta isu-isu spesifik seperti masa depan Arab Saudi, peran muslim menghadapi kebijakan luar negeri Amerika, penyebaran Ikhwanul Muslimin di wilayah pasca-Arab Spring terjadi 2013-2014, Kosovo,  Chechnya dan sebagainya.

Sumber : 

https://langit7.id/read/10399/1/robert-crane-eks-penasihat-presiden-as-jadi-mualaf-setelah-memusuhi-islam-1642752117



#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :