thumbnail

Suka Beri Hadiah, It's Sunnah!

21 Februari 2022

 مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ 

"Barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, lalu dia mengatakan kepada orang yang membuat kebajikan itu 'Jazaakallaahu khairan' (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka cukup besarlah pujiannya itu."(HR. At-Tirmidzi dengan isnad yang jayyid)


Maa Syaa Allah, Islam itu indah, mengatur berbagai hal yang besar sampai kecil. Siapa sangka, perihal kado saja ada tuntunannya. Lalu, hadiah apa sajakah yang masuk ke dalam kategori tidak boleh ditolak? Berikut ulasannya.


3 Hal yang Tidak Boleh Ditolak

Hadist dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثٌ لاَ تُرَدُّ الْوَسَائِدُ وَالدُّهْنُ وَاللَّبَنُ

Ada 3 hal yang tidak boleh ditolak, bantal untuk duduk, minyak wangi, dan susu. (HR. Turmudzi 3020, al-Baghawi 3173, dan dihasankan al-Albani)

  • Bantal untuk duduk


Foto : Kumpulanthread.com

Bantal yang dimaksud dalam hadist bukanlah bantal yang digunakan sebagai alas kepala saat tidur, namun bantal lebar yang digunakan sebagai alas duduk.


  • Minyak wangi


Foto : kumpulanthread.com

Hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Ahmad 8264, Nasai 5276 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ عُرِضَ عَلَيْهِ طِيبٌ فَلاَ يَرُدَّهُ فَإِنَّهُ خَفِيفُ الْمَحْمَلِ طَيِّبُ الرَّائِحَةِ

"Siapa yang ditawari minyak wangi, janganlah dia menolaknya. Karena minyak wangi itu ringan diterima, dan baunya harum"


Tentu ketika menerima hadiah minyak wangi, dirasa tidak mengeluarkan modal banyak, seperti hadiah besar lainnya. Minyak wangi juga tidak susah dibawa atau dipindah seperti halnya hadiah binatang atau benda berat. (Hasyiyah as-Sindi untuk Musnad Ahmad, 14/16).

Kemudian dalam hadis shahih, setiap diberi hadiah minyak wangi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menolak. Seorang ulama tabi’in, Tsumamah bin Abdillah bercerita,

كَانَ أَنَسٌ لاَ يَرُدُّ الطِّيبَ. وَقَالَ أَنَسٌ إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَرُدُّ الطِّيبَ

Anas tidak pernah menolak pemberian minyak wangi. Anas mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menolak minyak wangi. (HR. Bukhari 2582, Turmudzi 3019 dan yang lainnya).


  • Susu


Foto : kumpulanthread.com

Susu adalah salah satu minuman kesukaan Rasulullah. Selain enak, susu juga menyehatkan. Dalam Al-Qur'an sudah disebutkan keutamaan susu. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla ketika menurunkan penyakit pasti juga menurunkan obatnya, kecuali penyakit tua. Lalu hendaklah kalian meminum susu sapi, karena ia terkumpul dari berbagai macam tumbuhan” (HR. Abu Daud Ath Thayalisi dalam Musnad-nya, hadits ini shahih secara musnad dan mursal. dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 2/45-47).

Kemudian dalam hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, beliau berkata,

“Dihidangkan kepada Nabi pada malam ketika beliau di-isra’-kan, di Iliyya, dua gelas terdiri dari khamr dan susu. Beliau memandang keduanya lalu mengambil susu. Maka Jibril berkata kepada beliau, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkanmu kepada fitrah. Seandainya engkau mengambil khamr, niscaya umatmu akan tersesat” (HR. Bukhari no. 5202, Muslim no. 3758).


Dalam Al-Qur'an, susu disebut sebagai karunia dan keberkahan yang harus disyukuri. Allah Ta’ala berfirman dalam surat An-Nahl ayat 66 :

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” 


Lalu, mengapa tidak boleh ditolak?

Ada perbedaan pendapat ulama mengenai alasan mengapa pemberian bantal duduk, minyak wangi dan susu dilarang untuk ditolak.

Pendapat pertama oleh Ibnu Batthal. Tidak menolak pemberian minyak wangi bermakna agar kita selalu menggunakan minyak wangi, yang tujuannya supaya selalu dalam kondisi yang wangi. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa memakai minyak wangi, agar beliau bisa bermunajat dengan malaikat, yang menyukai bau harum.

Al-Hafidz Ibnu Hajar menukil keterangan Ibnu Batthal,

قَالَ بن بَطَّالٍ إِنَّمَا كَانَ لَا يَرُدُّ الطِّيبَ مِنْ أَجْلِ أَنَّهُ مُلَازِمٌ لِمُنَاجَاةِ الْمَلَائِكَةِ وَلِذَلِكَ كَانَ لَا يَأْكُلُ الثُّومَ وَنَحْوَهُ

Ibnu Batthal mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menolak minyak wangi, karena beliau selalu menjaga kondisi untuk ber-munajat dengan malaikat. Karena itulah, beliau tidak makan bawang atau makanan bau sejenisnya.

Pendapat kedua. Larangan ini agar memperhatikan perasaan pemberi hadiah. Karena bisa saja saat hadiahnya ditolak,  dia akan sakit hati. Kemudian, 3 hal yang tidak boleh ditolak yakni bantal untuk duduk, minyak wangi dan susu secara materi nilainya tidaklah mahal. Walaupun harganya terbilang murah, ketika diberikan sebagai hadiah, maka hendaknya tidak menolak hadiah tersebut untuk menjaga hati dan menyakiti perasaan si pemberi.

Dalam Syarah Sunan Turmudzi, dinukil keterangan Imam at-Thibi,

قال الطيبي يريد أن يكرم الضيف بالوسادة والطيب واللبن وهي هدية قليلة المنة فلا ينبغي أن ترد

At-Thibi mengatakan, ‘Tuan rumah hendak memuliakan tamunya dengan bantal alas duduk, minyak wangi, dan susu. Hadiah ini nilainya kecil, karena itu, tidak selayaknya ditolak.’ (Tuhfatul Ahwadzi, 8/61).


Berdasarkan pendapat kedua, bahwa larangan menolak pemberian bantal duduk, minyak wangi dan susu pada dasarnya termasuk larangan menolak hadiah secara umum. Karena bertukar hadiah sesama muslim, meskipun nilainya murah, bisa menambah rasa kasih sayang dan persaudaraan sesama muslim.

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَجِيبُوا الدَّاعِىَ وَلاَ تَرُدُّوا الْهَدِيَّةَ وَلاَ تَضْرِبُوا الْمُسْلِمِينَ

“Penuhi undangan orang yang mengundang. Jangan tolak hadiah dan jangan memukul seorang muslim.” (Ahmad 3838, Ibnu Hibban 5603 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Demikian, Allahu a’lam.

Referensi :

https://www.islampos.com/tiga-hal-yang-tak-boleh-ditolak-jika-diberi-bantal-minyak-wangi-dan-susu-164342/

https://konsultasisyariah.com/32297-rahasia-larangan-menolak-pemberian-minyak-wangi.html



#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :