thumbnail

5 Keutamaan Memberi yang Menebar Kebaikan

27 Januari 2022

1. Memberi dengan Nafkah

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 233 Allah Ta’ala berfirman :

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya : “Dan kewajiban ayah menanggung nafkah & pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya.” 

Suami bukan hanya pemimpin keluarga, namun juga menafkahi keluarga. Maha Baik Allah, keikhlasan dan niat baik suami yang bekerja untuk memberikan nafkah keluarganya menjadi ibadah berpahala. Keutamaan ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah sebagai berikut.


Dari Sa’ad bin Abu Waqqash Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia memberitahukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ

Artinya : “Sesungguhnya tidaklah engkau menafkahkan sesuatu dengan niat untuk mencari wajah Allah (ridho-Nya), melainkan engkau diberi pahala karenanya, sampai pun apa yg engkau berikan ke mulut isterimu (juga akan diberi pahala oleh Allah, pent).”  (HR. Imam al-Bukhari (no. 1295) & Muslim (no. 1628).


2. Memberi dengan Makanan

Banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Kemiskinan sering kali memaksa saudara kita kelaparan. Sebagai muslim yang baik, mari saling memberi dan tolong-menolong mengenyangkan perut saudara kita agar terus bertahan hidup. Berikut keutamaan memberi dengan makanan.

Hadits riwayat Thabrani, Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin sehingga dapat mengenyangkannya dari kelaparan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain, kecuali oleh orang-orang sepertinya.” 


Kemudian pada hadits riwayat Ibnu Sa’ad, Al-Hakim, Ath-Thobroni, Rasulullah bersabda : 

“Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adalah orang yg memberi makan”.


Begitu banyak keberkahan dan manfaat yang Allah berikan kepada hamba-hambanya yang memberi makanan kepada seorang mukmin. Yuk sisihkan sebagian dari rezeki untuk saudara kita yang berjuang dari rasa lapar. 


3. Memberi dengan Nasihat

Manusia tidak terlepas dari berbuat salah dan khilaf. Maka perlu saling mengingati dan menasihati sesama manusia, terutama antar muslim. Nasihat sendiri dalam kata Bahasa Arab diartikan sebagai ketulusan atau nasihat yang tulus. Untuk itu, rajin-rajinlah menasihati sesama manusia dengan cara yang baik dan tidak menyakiti.


Allah yang Maha Kuasa telah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Ash ayat 1 sampai 3 :

{وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)} [العصر : 1-3]

Artinya: “Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, dan beramal shalih, dan saling menasihati dalam kebenaran, dan (saling menasihati) dalam kesabaran.” 


Kemudian An-Nawawi rahimahullah berkata:

فَمَعْنَاهُ طَلَبَ مِنْك النَّصِيحَة ، فَعَلَيْك أَنْ تَنْصَحهُ ، وَلَا تُدَاهِنهُ ، وَلَا تَغُشّهُ ، وَلَا تُمْسِك عَنْ بَيَان النَّصِيحَة

Artinya : "-apabila- dia meminta nasehat darimu, maka wajib bagimu untuk menasehatinya, jangan hanya mencari muka di hadapannya, jangan pula menipunya, dan janganlah kamu menahan diri untuk menerangkan nasehat –kepadanya-.” (Syarh Muslim [7/295] asy-Syamilah)


Dalam memberi nasihat kepada orang lain pun menjadi pengingat kembali untuk diri sendiri agar terus menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Semoga Allah meridhai setiap amal baik dan keikhlasan kita, Aamiin.


4. Memberi dengan Salam

Mengucap salam terutama saat bertemu, berpapasan atau bertamu adalah adab istimewa sekaligus sunnah bagi muslim. Perbuatan terpuji ini menjadi amalan yang sangat diperhatikan dan senantiasa dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari oleh Rasulullah.

Dalam kutipan hadits Riwayat Bukhari :

“Apabila Rasulullah mendatangi suatu kaum, maka beliau mengucapkan salam kepada mereka sebanyak tiga kali.” 


Kemudian dalam surat An-Nur ayat 27, Allah yang Maha Kuat berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah-rumah yang bukan rumah kalian sebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” 


Selain mejadi amalan sunnah yang berpahala, memberi salam sesama muslim pun mampu menyebarkan kasih sayang dan cinta. 


5. Memberi dengan Hadiah

Saling memberi hadiah akan menimbulkan rasa berkasih sayang dan menyatukan hati mereka. Orang yang menerima hadiah tentu merasa bahagia. Dengan begitu, Allah akan memberkahi amal baik orang yang memberi hadiah.


Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan :

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ يَقْبَلُ الهديَّةَ ويُثِيبُ عليها

Artinya: “Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam biasa menerima hadiah dan membalasnya.” (HR Al Bukhari : 2585)


Kemudian dalam hadist riwayat Al Bukhari dan Abu Ya’la, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda :

تَهادُوا تَحابُّوا

Artinya : “Saling memberi hadiahlah kalian; niscaya kalian akan saling mencintai.” (Shahih Al Adab Al Mufrad, 462)


Yuk sering-sering saling memberi hadiah untuk hal kebaikan. Insyaa Allah semakin tumbuh rasa berkasih sayang dan mencintai sesama muslim.

Sumber : https://zakat.or.id/keutamaan-memberi/#2_Keutamaan_Memberi_dengan_Makan



#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :