thumbnail

Sahabat yang Dijamin Masuk Surga dan Terkenal Dermawan

24 Desember 2021

Nama lengkap Abu Thalhah al-Anshari adalah Zaid bin Sahl bin al-Aswad bin Haram bin Amr bin Malik bin an-Najjar al-Anshari al-Khazraji. Abu Thalhah merupakan sahabat yang ikut serta dalam Perang Badar.


Memeluk Islam

Kisah romantis hadir dari pernikahan Abu Thalhah dan Ummu Sulaim. Saat menikahi Ibu Anas bin Malik yang telah menjanda tersebut, Abu Thalhah memberikan mahar yang sangat spesial, yaitu keislamannya.

Hapalan Al Qur'an Menjadi Mahar Pernikahan, Dari Mana Asal Muasalnya?

Foto : kalam.sindonews.com

“Sungguh aku tertarik padamu. Orang seperti Anda tak pantas untuk ditolak. Namun Anda seorang laki-laki kafir. Sedangkan aku seorang Muslimah. Kalau kau mau memeluk Islam, itulah mahar untukku. Aku tak meminta selain itu.” ucap Ummu Sulaim kala dilamar oleh Abu Thalha.

Sejak itu, Abu Thalhah menjadi orang yang mendengarkan ucapan, tidak berpaling dari tuntunan dan sangat mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 


Profil Abu Thalhah

Selain pemberani dan rajin puasa, sifat yang paling diingat dari sosok Abu Thalhah adalah dermawan. Ia dikenal dermawan dalam berbagai kondisi, baik ketika lapang maupun sulit. Dalam kisah, diceritakan bahwa Abu Thalhah memiliki kebun kurma dan anggur di Madinah, yang paling luas, paling lebih banyak pohonnya, lebih bagus kualitas buahnya dan airnya, melebihi kebun Abu Thalhah.

Kisah Abu Thalhah dan Jasadnya yang Utuh karena Rajin Puasa

Foto : 99.co

Suatu ketika, Abu Thalhah shalat di kebunnya dan ia melihat burung berwana hijau dan paruhnya merah. Karena takjub, ia sampai kehilangan konsentrasi dan lupa sedang rakaat tiga atau empat. Selesai shalat Abu Thalhah menjumpai Rasulullah. Lalu Ia ceritakan kejadian itu, “Wahai Rasulullah, aku bersaksi kupersembahkan kebun ini sebagai sedekah di jalan Allah. Gunakanlah kebun itu sesuai apa yang Allah dan Rasul-Nya cintai.” Dalam Shahihain dari Anas bin Malik, tatkala turun firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 92 :

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai.” 

Abu Thalhah pun berkata kepada Rasulullah, “Sesunggunya hartaku yang paling aku cintai adalah Baihara (nama kebun). Dan kupersembahkan ia sebagai sedekah. Aku berharap kebaikannya dan simpanan (di akhirat).” Lalu Rasulullah menjawab dan bersabda :

" Wah.. wah.. itu benar-benar harta yang menguntungkan dan aku telah mendengarnya, tetapi aku berpendapat hendaklah kamu memberikannya kepada kaum kerabatmu."

Maka Abu Talhah pun menjawab, "Akan aku lakukan sekarang, wahai Rasulullah". Kemudian Abu Talhah membagi-bagikannya kepada kaum kerabat dan anak-anak pamannya.

Referensi :

https://kisahmuslim.com/6612-tokoh-anshar-abu-thalhah-al-anshari.html



#MuslimlifeMenjawabKeresahanmu


Download Aplikasi Muslimlife sekarang juga !
Playstore
Appstore
Topik Terkait :

Baca Artikel dan Berita Lainnya :